Say you're sorry
That face of an angel
Comes out just when you need it to
As I paced back and forth all this time
Cause I honestly believed in you
Holding on
The days drag on
Stupid girl,
I should have known, I should have known
[Chorus]
I'm not a princess, this ain't a fairy tale
I'm not the one you'll sweep off her feet,
Lead her up the stairwell
This ain't Hollywood, this is a small town,
I was a dreamer before you went and let me down
Now it's too late for you
And your white horse, to come around
Baby I was naive,
Got lost in your eyes
And never really had a chance
My mistake, I didn't wanna be in love
You had to fight to have the upper hand
I had so many dreams
About you and me
Happy endings
Now I know
[Chorus]
I'm not a princess, this ain't a fairy tale
I'm not the one you'll sweep off her feet,
Lead her up the stairwell
This ain't Hollywood, this is a small town,
I was a dreamer before you went and let me down
Now it's too late for you
And your white horse, to come around
And there you are on your knees,
Begging for forgiveness, begging for me
Just like I always wanted but I'm sooo sorry
Cause I'm not your princess, this ain't a fairytale
I'm gonna find someone someday who might actually treat me well
This is a big world, that was a small town
There in my rearview mirror disappearing now
And its too late for you and your white horse
Now its too late for you and your white horse, to catch me now
Oh, whoa, whoa, whoa
Try and catch me now
Oh, it's too late
To catch me nowRabu, 30 Maret 2011
Song Lyrics Taylor Swift - White Horse
Song Lyrics Justin bieber - That Should Be Me
Everybody’s laughing in my mind
Rumors spreading about this other guy
Do you do what you did what you did with me
Does he love you the way I can
Did you forget all the plans that you made with me
Cause baby I didn’t
That should be me holding your hand
That should be me making you laugh
That should be me this is so sad
That should be me
That should be me
That should be me feeling your kiss
That should be me buying you gifts
This is so wrong
I can’t go on
‘Till you believe
That that should be me
That should be me
You said you needed a little time from my mistakes
It’s funny how you used that time to have me replaced
Did you think that I wouldn’t see you out at the movies
What you doin’ to me
You’re taking him where we used to go
Now if you’re trying to break my heart
It’s working cause you know
That that should be me holding your hand
That should be me making you laugh
That should be me this is so sad
That should be me
That should be me
That should be me feeling your kiss
That should be me buying you gifts
This is so wrong I can’t go on
‘Till you believe
That should be me
I need to know should I fight for love
Or disarm
It’s getting harder to shield
This pain is my heart
Ooh Ooh
That should be me holding your hand
That should be me making you laugh
That should be me this is so sad
That should be me
That should be me
That should be me feeling your kiss
That should be me buying you gifts
This is so wrong
I can’t go on
‘Till you believe
That that should be me
Holding your hand
That should be me
The one making you laugh (oh baby oh)
That should be me
That should be me
Giving you flowers
That should be me
Talking for hours
That should be me (that should be me)
That should be me
That should be me
Never should’ve let you go
I never should’ve let you go
That should be me
I never shoulda let you go
That should be me
Rumors spreading about this other guy
Do you do what you did what you did with me
Does he love you the way I can
Did you forget all the plans that you made with me
Cause baby I didn’t
That should be me holding your hand
That should be me making you laugh
That should be me this is so sad
That should be me
That should be me
That should be me feeling your kiss
That should be me buying you gifts
This is so wrong
I can’t go on
‘Till you believe
That that should be me
That should be me
You said you needed a little time from my mistakes
It’s funny how you used that time to have me replaced
Did you think that I wouldn’t see you out at the movies
What you doin’ to me
You’re taking him where we used to go
Now if you’re trying to break my heart
It’s working cause you know
That that should be me holding your hand
That should be me making you laugh
That should be me this is so sad
That should be me
That should be me
That should be me feeling your kiss
That should be me buying you gifts
This is so wrong I can’t go on
‘Till you believe
That should be me
I need to know should I fight for love
Or disarm
It’s getting harder to shield
This pain is my heart
Ooh Ooh
That should be me holding your hand
That should be me making you laugh
That should be me this is so sad
That should be me
That should be me
That should be me feeling your kiss
That should be me buying you gifts
This is so wrong
I can’t go on
‘Till you believe
That that should be me
Holding your hand
That should be me
The one making you laugh (oh baby oh)
That should be me
That should be me
Giving you flowers
That should be me
Talking for hours
That should be me (that should be me)
That should be me
That should be me
Never should’ve let you go
I never should’ve let you go
That should be me
I never shoulda let you go
That should be me
Minggu, 27 Maret 2011
GUE GILA
Gue Gila gara gara artis cilik Alvin Jonathan!?
Sumpah pengen banget lupain tu anak kok ga bisa ya!!
Gue yakin kalau dia JELEK juga ga bakal gue suka #ngekk
Harusnya tuh gue ngefans sama yang udah gede gede gitu
Justin Bieber misalnya atau Greyson Chance (?) (dia masih kecil ya greyson? wkwk)
Ada yang punya saran mungkin biar bisa lupain orang yang kerjaannya nemplok terus di otak? ngekkk
yang belom tau orangnya nih gue kasih tau
gue masih banyak koleksi foto dia, pingin di remove-in tapi gimana yaaa-,,-
ALVIN!! I'M REALLY CRAZY BECAUSE OF YOU.! NGEKK!!....
MURKA.COM
(really wanted to meet with youu, pin, pin kupin kodok ngekk-,-)
(really wanted to meet with youu, pin, pin kupin kodok ngekk-,-)
Kamis, 17 Maret 2011
Rindukan Dirimu [cerpenRAR) _persahabatan_
"Alvin.. oper bolanya ke akuu!" kata Rio yang sedang bermain bola bersama kedua sahabatnya, Alvin dan Ray. Alvin pun langsung mengoper bolanya ke Rio
"Yoo!! oper lagi ke akuu!" kata Alvin. Rio mengoper bolanya ke Alvin. Sementara Ray dari tadi hanya bisa kelimpungan mengejar bola yang dari tadi hanya di oper ke Rio, oper ke Alvin. Ray pun memutuskan untuk menyudahi permainannya sambil duduk di bawah pohon
"Aku udahan ah. Dari tadi kalian mainnya berdua doang. Aku dikacangin" kata Ray ngambek sambil meneguk air di botol yang ia bawa dari rumah
"Haha.. maaf ya little.. kita tadi ngerjain kamu" kata Alvin sambil tertawa jail
"Kalian itu emang jail! terutama kamu Alvin!" kata Ray
"Iya iya sorry ya" kata Alvin
"Eh aku baru ciptain lagu loh" kata Rio bangga
"Ohya? nyanyiin sekarang!!" kata Alvin dan Ray
"Hmmm.. besok aja ya. Sepulang sekolah kita ke rumahku" kata Rio
"Oke dehh" kata Alvin dan Ray
"Oke.. pulang pulang pulangg"
Ray, Alvin dan Rio. Mereka sudah mersahabat dari umur 5 tahun tepatnya saat mereka duduk di Taman Kanak-kanak hingga sekarang mereka berumur 13 tahun dan duduk di bangku SMP. Kemana mana mereka selalu bersama, tak pernah terpisahkan. Entah apa yang mereka rasakan jika salah satu di antara mereka pergi...
***
RUMAH RIO 12.30 siang
Kemarin Rio bilang akan menyanyikan lagu yang ia ciptakan di rumahnya. Sepulang sekolah Rio, Alvin dan Ray langsung ke rumah Rio. Mendengarkan lagu yang Rio ciptakan di depan kolam renang rumah Rio..
"Berjanjilah.. wahai sahabatku..
Bila kau tinggalkan aku..
Tetaplah tersenyum.. meski hati..
Sedih dan menangis..
Ku ingin kau tetap tabah.. menghadapinya
Bila.. Kau harus pergi meninggalkan diriku..
Jangan lupakan Aku..
Semoga.. Dirimu disana.. kan baik baik saja..
Untuk selamanya.. disini.. aku kan selalu..
Rindukan dirimu.. hooowoo.. wahai sahabatku" Rio menyanyikan lagu itu dengan santai. Jarinya memetik senar gitar. Suara Rio sangat bagus dan lagunya juga bagus. Itu yang membuat Alvin dan Ray tidak bisa berkata kata..
"Sumpah yo.. Suara kamu bagussssssss bangetttt" kata Alvin jujur
"Iya yo.. Aku jamin kalau kamu jadi penyanyi kamu bakal jadi artis PAPAN ATAS!! famous bro!" kata Ray lebay
"Hana bisa aja.. Oiya, aku ciptain lagu itu buat kalian" kata Rio yang membuat Alvin dan Ray bingung dan mengerutkan dahinya
"Kok buat aku dan Ray? apa sebabnyaa?" tanya Alvin polos
"Hmm.. sebenernya lagu itu aku dapet inspirasi dari film persahabatan yang aku beli. Jadi ceritanya ada kumpulan sahabat yang sangat dekat, terus salah satu dari mereka pergi. ya intinya begitu" jelas Rio
"terus kenapa buat kita?" tanya Ray
"Aku gak mau pisah sama kalian. Dan kalau misalnya salah satu dari kita bertiga pergi, dia harus tetap tersenyum, Meski hatinya sedih dan menangis, dia harus tetap tabah menghadapinya" jelas Rio sambil tersenyum
"So sweettttt" kata Alvin dan Ray sambil memeluk Rio
"Huu lebay kalian mah" kata Rio sambil melepas pelukan kedua sahabatnya itu
"Aku janji gak akan pergi dan jauh dari kalian" kata Alvin
"Aku jugaa" kata Rio dan Ray
"Yapp.. kita kan sahabat" kata Alvin
"Ga munggin terpisahkan" kata Ray
"Always together forever" kata Rio tersenyum
"betullllllllll" kara Alvin dan Ray
"Tapi seandainya satu dari kita bertiga ada yang pergi.. gak boleh galau galauan yaa" kata Rio
"Galau? apa itu yo?" tanya Alvin dan Ray binging
"A..apa ya? aku juga bingung. kata followers twitterku sih galau kayak sedih sedih gitu. tapi gatau juga deh. hehe" kata Rio nyengir
"Kalau gatau artinya ga usah ngomong yo-,-" kata Alvi nsambil noyor Rio. Rio hanya nyengir kucing
"Eh panas banget ya. Renang yok" kata Ray
"hayuk hayukk"
Ray, Rio dan Alvin pun langsung membuka semua baju seragamnya dan hanya memakai celana boxer cowok. Ketiga sahabat itu terlihat sangat gembira. Apakah ini terakhir kali mereka bersama.. Entahlah......
Berjanjilah.. Wahai sahabatku..
Bila kau tinggalkan Aku..
Tetaplah tersenyum..
Meski hati.. Sedih dan menangis..
Ku ingin kau tetap tabah..
menghadapinya..
***
"Oma!! kenapa kasih tau Alvinnya mendadak sih? Alvin gak siap untuk ninggalin sahabat sahabat Alvin!" Alvin emosi ketika mendengar perkataan Omanya bahwa sekarang keluarga Sindhunata harus segera ke Singapore karena perusahaan Ayah Alvin sedang kacau dan kakak Alvin yang bernama Tasya kuliah disana
"Kamu harus ikut Alvin." kata Oma sedikit lembut
"tapi Oma, kenapa Alvin harus ikut? ini kan urusan papi dan ce Tasya. kenapa kita semua harus pindah ke sana?!" kata Alvin.
"Apa kamu ga mau bikin mama kamu bahagia? mama kamu bahagia kalau kamu turutin perkataan oma dan papi!" kata Oma. Alvin termenung sambil menundukan kepalanya
"TERSERAH!" kata Alvin langsung lari dan keluar dari rumah
~~~
"R..Rio itu bukannya Ify ya.." bisik Ray sambil menyikut Rio. Rio dan Ray tadinya hanya ingin jalan jalan sekitar kompleks, ternyata bertemu Ify. Ify adalah seorang putri yang Rio sukai di sekolahnya. Selain cantik, Ify pintar bermain piano dan suaranya juga bagus
"Iya Ray" kata Rio gugup
"cepet kasih surat kamu untuk dia yang kamu buat udah dari dulu dulu. Kamu bawa kan?" tanya Ray
"Always Ray!" kata Rio sambil merogoh saku jaketnya dan mengampil sepucuk surat. Rio pun memanggil Ify. Ify menoleh ke arah sumber suara
"R..Rio.." kata Ify kaget sambil menunduk malu
"K..kamu habis dari mana?" tanya Rio
"Aku habis dari rumah pamanku. Sekarang mau pulang" kata Ify
"Oiya. aku mau kasih kamu ini" kata Rio sambil menyodorkan surat yang beramplop warna kuning putih
"Apa itu yo?" tanya Ify. Ia belum mengambil surat dari Rio
"Kamu baca dirumah kamu aja ya" kata Rio Ify tersenyum. Ia ingin mengambil surat yang Rio kasih untuknya, tetapi di tarik sama Alvin yang tadi kebetulan lewat. Alvin memang sangat jail
"Ahaha.. apa ini yaaa.. surat cinta yaa? hihi" kata Alvin jail. Rio menjadi kesal dengan tingkah Alvin
"Alvin balikin!!! ini gak lucu!!" kata Rio sambil mengejar Alvin yang ingin membaca surat RIo untuk Ify. Alvin selalu menjauh dari Rio dan membaca suratnya
"Ify... aku udah suka sama kamu sejak aku masuk SMP SCS. Tapi aku gak berani ngungkapinnya...." Alvin membaca isi suratnya. Ify yang melihat Alvin jadi kesal, ingin ia menangis. Ify pun memilih untuk lari dan pulang ke rumahnya sambil menangis.
"IFY.." teriak Rio yang melihat Ify pergi
"ALVIN!! Ini semua gara gara KAMU!!" bentak Rio sambil mendorong tubuh Alvin
"Apa apaan sih kamu yo! aku cuma bercanda!!" kata Alvin sambil mendorong tubuh Rio
"Udah udah!! jangab bertengkarrrrrrrr!!!" kata Ray sambil memisahkan pertengkaran Rio dan Alvin. Alvin yang panas berada disitu pun pergi sambil melempar surat Rio ke tanah. Rio mengambil surat itu dan duduk di pohon yang sudah di tebang bersama Ray
"Sabar yo.. kamu kayak gatau Alvin aja. Dia jail!" kata Ray menenangkan Rio.
~~~
Alvin berlari menuju rumahnya. Cowok itu tidak menyangka bahwa kejahilannya yang semata mata hanya bercanda bisa di anggap serius oleh sahabatnya. Alvin sangat menyesal dengan kejadian tadi.
Ketika Alvin ingin menyebrangi jalan untuk pulang ke rumahnya, tanpa sadar ada mobil melaju kencang dari arah kiri Alvin. Suara klakson yang panjang membuat Alvin tersadar dan menoleh ke arah sumber suara..
"AAAAAAAAA" teriak Alvin
CKITTTTTTTTTTT..
~~~
"ALVIN!" teriak Rio tanpa sadar yang mempunyai perasaan tidak baik pada Alvin
"ALvin? kenapa Alvin yo?" tanya Ray. Rio tidak menjawab pertanyaan Ray. Ia malah berlari menuju Rumah Alvin untuk melihat keadaan Alvin
Pohon pohon menjulang tinggi Rio lewati. Ia berlari sekencang mungkin untuk melihat keadaan Alvin yang sebenarnya. Rio punya prasangka buruk tentang Alvin
Apa yang terjadi sama kamu, Vin?, Batin Rio kalut
~~~
CKITTTTTTTTTTT .. Pengemudi mobil itu segera mengerem mobilnya
"Nyebrang liat liat dong!" bentak pengemudi mobil. Oma Alvin yang kebetulan sedang memasukan barang barang ke mobil langsung menghampiri Alvin
"Maaf pak.. cucu saya memang seperti ini" kata Oma Lanny. Oma Lanny langsung menuntun Alvin yang kaget ke depan Rumahnya. Pengemudi mobil pun langsung melanjutkan jalannya
"kamu gapapa kan, Vin?" tanya Oma khawatir
"Alvin gapapa Oma" kata ALvin
"Ayo.. kita harus pergi ke bandara" ajak Oma. Alvin mengangguk. Oma sudah masuk ke dalam mobil, tapi Alvin masih memandangi rumahnya
Aku akan selalu ingat sama rumah ini. Aku gak akan pernah lupa sama kenanganku di rumah ini.
Maafin aku Ray,Rio. Aku pergi tanpa pamit.. Selamat tinggal... Batin ALvin. Alvin langsung masuk ke mobil. Mobil Alvin melaju perlahan ke bandara. Alvin mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil, berharap sahabatnya mengejar
~
Rio sampai dirumah Alvin. Ia membuka pintu rumah Alvin, tetapi sepertinya rumahnya kosong. Rio segera berlari keluar rumah Alvin. Ternyata benar. Mobil yang Alvin tumpangi sudah melaju pergi. Dengan sekuat tenaga yang masih tersisa, Rio berlari menuju mobil Alvin. Tepat saat Rio mengejar, Alvin menutup jendela mobil
"ALVINNNNNNNNNNN" teriak Rio. Ia terjatuh duduk di aspal sambil menundukan kepalanya, menangis..
Tenaga Rio sudah terkuras. Mobil Alvin melaju semakin cepat. Lutut Rio terasa lemas dan bergetar.. Ia harus menerima kepergian sahabat jahilnya itu..
Alvin... kamu jangan lupakan Aku vin.. Semoga kamu disana baik baik saja dan bahagia. Disini.. aku dan Ray akan nunggu kamu sampai kamu pulang. Aku pasti kangen banget sama kejahilan kamu.. sahabatku.. batin Rio galau
Bilaa.. Kau harus pergi..
Meninggalkan Diriku..
Jangan lupakan Aku.....
Semoga.. Dirimu disana..
Kan baik baik saja..
Untuk selamanya..
Disini.. Akukan selalu..
Rindukan Dirimu..
Wahai sahabatku..
***
8 Tahun kemudian
Mobil jazz silver terparkir rapi di depan rumah berwarna putih. Keluar sosok Alvin dewasa dari mobil itu. Alvin berjalan dan membuka pintu gerbang rumah itu. Tiba tiba ada yang memanggilnya
"Alvin..." panggil Rio dan Ray. Alvin menoleh. Sedikit bingung dengan orang di depannya. Alvin menunjuk wajah Rio sambil mengingat masa lalunya..
"RIO!" kata Alvin kaget. Rio tersenyum. Kedua sahabat itu pun berpelukan. Sangat Rindu karna sudah tidak bertemu selama delapan tahun. Alvin melepaskan pelukannya dengan Rio dan beralih ke Ray
"Ray!! my littleee!" kata Alvin sambil memeluk Ray dan menepuk nepuk punggung Ray
"Kamu masih inget aku Alvin. kamu masih panggil Aku little? haha" kata Ray sambil melepaskan pelukannya
"Aku gak mungkin lupain kalian berdua" kata Alvin
"mending sekarang kita ke taman..!" usul Rio
"hayuk hayuk"
Akhirnya ketiga sahabat itu kembali bersama. Ketika di jalan, mereka seperti membuat gerakan seperti di masa kecil mereka, lucu skali..
Hmmm... Apa yang akan mereka lakukan setelah kembali bersama ya? haha
~TAMAT~
"Yoo!! oper lagi ke akuu!" kata Alvin. Rio mengoper bolanya ke Alvin. Sementara Ray dari tadi hanya bisa kelimpungan mengejar bola yang dari tadi hanya di oper ke Rio, oper ke Alvin. Ray pun memutuskan untuk menyudahi permainannya sambil duduk di bawah pohon
"Aku udahan ah. Dari tadi kalian mainnya berdua doang. Aku dikacangin" kata Ray ngambek sambil meneguk air di botol yang ia bawa dari rumah
"Haha.. maaf ya little.. kita tadi ngerjain kamu" kata Alvin sambil tertawa jail
"Kalian itu emang jail! terutama kamu Alvin!" kata Ray
"Iya iya sorry ya" kata Alvin
"Eh aku baru ciptain lagu loh" kata Rio bangga
"Ohya? nyanyiin sekarang!!" kata Alvin dan Ray
"Hmmm.. besok aja ya. Sepulang sekolah kita ke rumahku" kata Rio
"Oke dehh" kata Alvin dan Ray
"Oke.. pulang pulang pulangg"
Ray, Alvin dan Rio. Mereka sudah mersahabat dari umur 5 tahun tepatnya saat mereka duduk di Taman Kanak-kanak hingga sekarang mereka berumur 13 tahun dan duduk di bangku SMP. Kemana mana mereka selalu bersama, tak pernah terpisahkan. Entah apa yang mereka rasakan jika salah satu di antara mereka pergi...
***
RUMAH RIO 12.30 siang
Kemarin Rio bilang akan menyanyikan lagu yang ia ciptakan di rumahnya. Sepulang sekolah Rio, Alvin dan Ray langsung ke rumah Rio. Mendengarkan lagu yang Rio ciptakan di depan kolam renang rumah Rio..
"Berjanjilah.. wahai sahabatku..
Bila kau tinggalkan aku..
Tetaplah tersenyum.. meski hati..
Sedih dan menangis..
Ku ingin kau tetap tabah.. menghadapinya
Bila.. Kau harus pergi meninggalkan diriku..
Jangan lupakan Aku..
Semoga.. Dirimu disana.. kan baik baik saja..
Untuk selamanya.. disini.. aku kan selalu..
Rindukan dirimu.. hooowoo.. wahai sahabatku" Rio menyanyikan lagu itu dengan santai. Jarinya memetik senar gitar. Suara Rio sangat bagus dan lagunya juga bagus. Itu yang membuat Alvin dan Ray tidak bisa berkata kata..
"Sumpah yo.. Suara kamu bagussssssss bangetttt" kata Alvin jujur
"Iya yo.. Aku jamin kalau kamu jadi penyanyi kamu bakal jadi artis PAPAN ATAS!! famous bro!" kata Ray lebay
"Hana bisa aja.. Oiya, aku ciptain lagu itu buat kalian" kata Rio yang membuat Alvin dan Ray bingung dan mengerutkan dahinya
"Kok buat aku dan Ray? apa sebabnyaa?" tanya Alvin polos
"Hmm.. sebenernya lagu itu aku dapet inspirasi dari film persahabatan yang aku beli. Jadi ceritanya ada kumpulan sahabat yang sangat dekat, terus salah satu dari mereka pergi. ya intinya begitu" jelas Rio
"terus kenapa buat kita?" tanya Ray
"Aku gak mau pisah sama kalian. Dan kalau misalnya salah satu dari kita bertiga pergi, dia harus tetap tersenyum, Meski hatinya sedih dan menangis, dia harus tetap tabah menghadapinya" jelas Rio sambil tersenyum
"So sweettttt" kata Alvin dan Ray sambil memeluk Rio
"Huu lebay kalian mah" kata Rio sambil melepas pelukan kedua sahabatnya itu
"Aku janji gak akan pergi dan jauh dari kalian" kata Alvin
"Aku jugaa" kata Rio dan Ray
"Yapp.. kita kan sahabat" kata Alvin
"Ga munggin terpisahkan" kata Ray
"Always together forever" kata Rio tersenyum
"betullllllllll" kara Alvin dan Ray
"Tapi seandainya satu dari kita bertiga ada yang pergi.. gak boleh galau galauan yaa" kata Rio
"Galau? apa itu yo?" tanya Alvin dan Ray binging
"A..apa ya? aku juga bingung. kata followers twitterku sih galau kayak sedih sedih gitu. tapi gatau juga deh. hehe" kata Rio nyengir
"Kalau gatau artinya ga usah ngomong yo-,-" kata Alvi nsambil noyor Rio. Rio hanya nyengir kucing
"Eh panas banget ya. Renang yok" kata Ray
"hayuk hayukk"
Ray, Rio dan Alvin pun langsung membuka semua baju seragamnya dan hanya memakai celana boxer cowok. Ketiga sahabat itu terlihat sangat gembira. Apakah ini terakhir kali mereka bersama.. Entahlah......
Berjanjilah.. Wahai sahabatku..
Bila kau tinggalkan Aku..
Tetaplah tersenyum..
Meski hati.. Sedih dan menangis..
Ku ingin kau tetap tabah..
menghadapinya..
***
"Oma!! kenapa kasih tau Alvinnya mendadak sih? Alvin gak siap untuk ninggalin sahabat sahabat Alvin!" Alvin emosi ketika mendengar perkataan Omanya bahwa sekarang keluarga Sindhunata harus segera ke Singapore karena perusahaan Ayah Alvin sedang kacau dan kakak Alvin yang bernama Tasya kuliah disana
"Kamu harus ikut Alvin." kata Oma sedikit lembut
"tapi Oma, kenapa Alvin harus ikut? ini kan urusan papi dan ce Tasya. kenapa kita semua harus pindah ke sana?!" kata Alvin.
"Apa kamu ga mau bikin mama kamu bahagia? mama kamu bahagia kalau kamu turutin perkataan oma dan papi!" kata Oma. Alvin termenung sambil menundukan kepalanya
"TERSERAH!" kata Alvin langsung lari dan keluar dari rumah
~~~
"R..Rio itu bukannya Ify ya.." bisik Ray sambil menyikut Rio. Rio dan Ray tadinya hanya ingin jalan jalan sekitar kompleks, ternyata bertemu Ify. Ify adalah seorang putri yang Rio sukai di sekolahnya. Selain cantik, Ify pintar bermain piano dan suaranya juga bagus
"Iya Ray" kata Rio gugup
"cepet kasih surat kamu untuk dia yang kamu buat udah dari dulu dulu. Kamu bawa kan?" tanya Ray
"Always Ray!" kata Rio sambil merogoh saku jaketnya dan mengampil sepucuk surat. Rio pun memanggil Ify. Ify menoleh ke arah sumber suara
"R..Rio.." kata Ify kaget sambil menunduk malu
"K..kamu habis dari mana?" tanya Rio
"Aku habis dari rumah pamanku. Sekarang mau pulang" kata Ify
"Oiya. aku mau kasih kamu ini" kata Rio sambil menyodorkan surat yang beramplop warna kuning putih
"Apa itu yo?" tanya Ify. Ia belum mengambil surat dari Rio
"Kamu baca dirumah kamu aja ya" kata Rio Ify tersenyum. Ia ingin mengambil surat yang Rio kasih untuknya, tetapi di tarik sama Alvin yang tadi kebetulan lewat. Alvin memang sangat jail
"Ahaha.. apa ini yaaa.. surat cinta yaa? hihi" kata Alvin jail. Rio menjadi kesal dengan tingkah Alvin
"Alvin balikin!!! ini gak lucu!!" kata Rio sambil mengejar Alvin yang ingin membaca surat RIo untuk Ify. Alvin selalu menjauh dari Rio dan membaca suratnya
"Ify... aku udah suka sama kamu sejak aku masuk SMP SCS. Tapi aku gak berani ngungkapinnya...." Alvin membaca isi suratnya. Ify yang melihat Alvin jadi kesal, ingin ia menangis. Ify pun memilih untuk lari dan pulang ke rumahnya sambil menangis.
"IFY.." teriak Rio yang melihat Ify pergi
"ALVIN!! Ini semua gara gara KAMU!!" bentak Rio sambil mendorong tubuh Alvin
"Apa apaan sih kamu yo! aku cuma bercanda!!" kata Alvin sambil mendorong tubuh Rio
"Udah udah!! jangab bertengkarrrrrrrr!!!" kata Ray sambil memisahkan pertengkaran Rio dan Alvin. Alvin yang panas berada disitu pun pergi sambil melempar surat Rio ke tanah. Rio mengambil surat itu dan duduk di pohon yang sudah di tebang bersama Ray
"Sabar yo.. kamu kayak gatau Alvin aja. Dia jail!" kata Ray menenangkan Rio.
~~~
Alvin berlari menuju rumahnya. Cowok itu tidak menyangka bahwa kejahilannya yang semata mata hanya bercanda bisa di anggap serius oleh sahabatnya. Alvin sangat menyesal dengan kejadian tadi.
Ketika Alvin ingin menyebrangi jalan untuk pulang ke rumahnya, tanpa sadar ada mobil melaju kencang dari arah kiri Alvin. Suara klakson yang panjang membuat Alvin tersadar dan menoleh ke arah sumber suara..
"AAAAAAAAA" teriak Alvin
CKITTTTTTTTTTT..
~~~
"ALVIN!" teriak Rio tanpa sadar yang mempunyai perasaan tidak baik pada Alvin
"ALvin? kenapa Alvin yo?" tanya Ray. Rio tidak menjawab pertanyaan Ray. Ia malah berlari menuju Rumah Alvin untuk melihat keadaan Alvin
Pohon pohon menjulang tinggi Rio lewati. Ia berlari sekencang mungkin untuk melihat keadaan Alvin yang sebenarnya. Rio punya prasangka buruk tentang Alvin
Apa yang terjadi sama kamu, Vin?, Batin Rio kalut
~~~
CKITTTTTTTTTTT .. Pengemudi mobil itu segera mengerem mobilnya
"Nyebrang liat liat dong!" bentak pengemudi mobil. Oma Alvin yang kebetulan sedang memasukan barang barang ke mobil langsung menghampiri Alvin
"Maaf pak.. cucu saya memang seperti ini" kata Oma Lanny. Oma Lanny langsung menuntun Alvin yang kaget ke depan Rumahnya. Pengemudi mobil pun langsung melanjutkan jalannya
"kamu gapapa kan, Vin?" tanya Oma khawatir
"Alvin gapapa Oma" kata ALvin
"Ayo.. kita harus pergi ke bandara" ajak Oma. Alvin mengangguk. Oma sudah masuk ke dalam mobil, tapi Alvin masih memandangi rumahnya
Aku akan selalu ingat sama rumah ini. Aku gak akan pernah lupa sama kenanganku di rumah ini.
Maafin aku Ray,Rio. Aku pergi tanpa pamit.. Selamat tinggal... Batin ALvin. Alvin langsung masuk ke mobil. Mobil Alvin melaju perlahan ke bandara. Alvin mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil, berharap sahabatnya mengejar
~
Rio sampai dirumah Alvin. Ia membuka pintu rumah Alvin, tetapi sepertinya rumahnya kosong. Rio segera berlari keluar rumah Alvin. Ternyata benar. Mobil yang Alvin tumpangi sudah melaju pergi. Dengan sekuat tenaga yang masih tersisa, Rio berlari menuju mobil Alvin. Tepat saat Rio mengejar, Alvin menutup jendela mobil
"ALVINNNNNNNNNNN" teriak Rio. Ia terjatuh duduk di aspal sambil menundukan kepalanya, menangis..
Tenaga Rio sudah terkuras. Mobil Alvin melaju semakin cepat. Lutut Rio terasa lemas dan bergetar.. Ia harus menerima kepergian sahabat jahilnya itu..
Alvin... kamu jangan lupakan Aku vin.. Semoga kamu disana baik baik saja dan bahagia. Disini.. aku dan Ray akan nunggu kamu sampai kamu pulang. Aku pasti kangen banget sama kejahilan kamu.. sahabatku.. batin Rio galau
Bilaa.. Kau harus pergi..
Meninggalkan Diriku..
Jangan lupakan Aku.....
Semoga.. Dirimu disana..
Kan baik baik saja..
Untuk selamanya..
Disini.. Akukan selalu..
Rindukan Dirimu..
Wahai sahabatku..
***
8 Tahun kemudian
Mobil jazz silver terparkir rapi di depan rumah berwarna putih. Keluar sosok Alvin dewasa dari mobil itu. Alvin berjalan dan membuka pintu gerbang rumah itu. Tiba tiba ada yang memanggilnya
"Alvin..." panggil Rio dan Ray. Alvin menoleh. Sedikit bingung dengan orang di depannya. Alvin menunjuk wajah Rio sambil mengingat masa lalunya..
"RIO!" kata Alvin kaget. Rio tersenyum. Kedua sahabat itu pun berpelukan. Sangat Rindu karna sudah tidak bertemu selama delapan tahun. Alvin melepaskan pelukannya dengan Rio dan beralih ke Ray
"Ray!! my littleee!" kata Alvin sambil memeluk Ray dan menepuk nepuk punggung Ray
"Kamu masih inget aku Alvin. kamu masih panggil Aku little? haha" kata Ray sambil melepaskan pelukannya
"Aku gak mungkin lupain kalian berdua" kata Alvin
"mending sekarang kita ke taman..!" usul Rio
"hayuk hayuk"
Akhirnya ketiga sahabat itu kembali bersama. Ketika di jalan, mereka seperti membuat gerakan seperti di masa kecil mereka, lucu skali..
Hmmm... Apa yang akan mereka lakukan setelah kembali bersama ya? haha
~TAMAT~
Minggu, 06 Maret 2011
Sister and Brother - Love - Friendship. part6
"kami sudah berusaha semaksimal mungkin. dan keadaan Zeva sekarang sudah membaik. Oprasi kami lancar" kata dokter sambil tersenyum. Semua yang tadinya deg degan jadi lega setelah mendengar perkataan dokter
"boleh kami masuk dok?" tanya papi
"tentu saja. tapi Zeva belum sadar karna pengaruh obat bius. mungkin tunggu beberapa menit baru ia sadar" kata dokter
"sekali lagi, saya berterimakasih dok sudah membantu putri saya" kata papi sambil berjabat dengan dokter
"sudah tugas saya pak. saya permisi dulu ya" kata dokter. Semua pun masuk ke ruang oprasi
"Zeva..." ucap bunda sambil mengelus rambut Zevana
"sus, kapan di pindahkan ke ruang inap ya?" tanya papi ke suster yang lagi beresin alat alat oprasi
"kalau zevana sudah sadar boleh segera dipindahkan ke ruang inap" jawab suster
"tolong di VVIP ya sus" kata papi
"kami usahakan pak kalau tidak penuh. saya permisi dulu ya" kata suster
"iya sus terimakasih" kata papi. suster pun keluar dari ruang oprasi
"bunnn" panggil zeva setengah sadar
"zee.. udah bangun" kata bunda sambil tersenyum. Zevana mencoba bangun dari tidurnya
"aw... perih amat sih" ringis Zevana gara gara perutnya masih terasa perih karna jahitannya belum kering
"jangan banyak gerak dulu ze" kata Alvin. Zevana pun tiduran lagi
"bunda mukanya pucet tuh. belom makan yah?" tanya Zevana
"hmmm" bunda melirik papi exel sebentar
"bunda belom makan tuh ze dari pagi." kata papi jujur
"tuhkan.. ni pasti gara gara zeva deh" kata Zevana
"bunda makan gih.. nanti sakit loh" kata Alvin
"lo kan juga belom makan vin" kata Sivia sambil nikut Alvin
"lo juga belom makan yel" kata Alvin sambil nyikut Gabriel
"lo juga belom makan vi" kata Gabriel sambil nyikut Sivia
"om juga belom makan" kata Sivia sambil menoleh ke arah papi Exel
"loh.. kok jadi oper operan gini? zeva.. kamu juga belom makan" kata papi nyikut Zevana
"yaampun-_- udah deh mendingan kalian pada makan dulu. dari pada sakit. biar aku sendiri disini gapapa kok" kata Zevana yang mual enek liat tingkah orang yang disekitarnya ini
"hmm.. gue entar aja deh. belom laper" kata Gabriel. tiba tiba ada suara..
Kriukkkk..
"suara apaan tuh" kata Alvin sambil nyari nyari sumber suara. Hingga sampai di depan perut Gabriel...
"wahh... perut lo sob... lagi dangdutan tuh" kata Alvin sambil nepok nepok(?) perut Gabriel
"sialan.. ntar aja gue belom laper" kata Gabriel
"dasar keras kepala. bilang aja deh mau deket deket sama zevana. iyakan? ngaku deh lo" kata Sivia
"apaan sih lo ndut" kata Gabriel
"dasar cungkring"
"pipi bapaw"
"dasar lo lidi"
"elo balon"
"stttttt.. tuhkan ribut. udah deh kita pada ke kantin yuk. biar Gabriel jagain zevana disini nanti kita bawain makanan buat dia" kata bunda
"begitu lebih baik tante" kata Gabriel. Papi bunda Sivia Alvin pun langsung pergi ke kantin RS
"permisi.." kata suster tiba tiba masuk
"iya.. kenapa sus?" tanya Gabriel
"pasien mau dipindahkan ke ruang inap. bisa tolong tunggu diluar?" kata suster
"oh.. iya silahkan sus" Gabriel pun langsung keluar dari ruangan
~~~~~~~~~
R. Anggrek (ruang inap Zevana)
"udah kasih tau kak Alvin belom?" tanya Zevana
"udah kok" kata Gabriel sambil nyalain TV
"awww.." ringis Zevana
"kenapa ze?" tanya Gabriel
"perih doang kok. hehe" kata Zevana nyengir
"udah kamu tidur aja. nanti perihnya jadi ilang" kata Gabriel
"gabisa kak. gak ngantukk" kata Zevana
"tidur~~~~" kata Gabriel sambil mengusap kening Zevana (?) *hipnotis cara baru nih (?)*. Zevana pun lama lama ketiduran
"haha... semua orang yang gue gituin kok tidur yah. mungkin tangan gue lembut. maklumlah.. dicucinya pake rinso" gumam Gabriel gaje
CKREK (pintu kebuka)
"lah.. dia tidur" kata Alvin
"nih Gabriel makanan buat lo" kata Sivia sambil menaruh sekotak makanan di meja
"thankyou ndut" kata Gabriel
"jangan ngajak ribut deh yel" kata Sivia
"tante sama om mana?" tanya Gabriel sambil melahap nasi gorengnya
"lagi ngurus keperluan Zevana" kata Alvin
"hmmmmmmm" Zevana kebangun (?)
"kok bangun? baru bentar kan tidurnya tadi" kata Gabriel
"itu cuma pengaruh hipnotis lo ka" kata Zevana
"oiya ka Rio ka Cakka ka Shilla ka Ify pada kemana? biasanya barengan mulu sama kalian" kata Zevana
"mereka udah pulang duluan ada urusan. apalagi si Cakka tuh, pasti mau gombalin si Shilla" kata Sivia
"ka Cakka emang lucu ya haha" kata Zevana
"iya lucu kalau diliat dari atas monas pake sedotan di sumpel batu" dumel Alvin
"gaboleh gitu lo.. kalo orangnya denger gimana lo vin?" kata Sivia
"gak bakalll!"
Drtttt drttttt (handphone Alvin getar)
>> CakkaNRG calling<<
"ebusyett.. Cakka panjang umur nih diomongin langsung bergetar jiwanya(?)" kata Alvin sambil mengangkat telfon dari Cakka
"ALVIN LO NGOMONGIN GUE YAA" teriak Cakka di telfon. gara gara kenceng banget Alvin sampe ngejauhin HPnya bentar
"enggak!! inget cak! fitnah lebih kejam daripada pembunuhan! inget cak inget!" kata Alvin bohong, padahalkan dia emang ngomongin Cakka tadi-_-
"AAAAA!! boong lo vin! kuping gue panas tadi. pasti lo ngomongin gue. ngaku lo vin ngaku!!" paksa Cakka
"apaan sih! ENGGAK CAKKA KAWEKAS NURAGA!!" kata Alvin esmosi
"bohong lo gue tau lo it..." omongan Cakka terputus gara gara sambungan telfon dimatiin sama Alvin
"napa lo vin?" tanya Gabriel bingung
"itu tuh si Cakka. masa dia nuduh gue lagi ngomongin dia" kata Alvin
"emang lo tadi lagi ngomongin dia bego vin!" kata sivia sambil noyor Alvin
"ehehe. iyaya" kata Alvin bego (peace)
"ka via sama gak iyel gak pulang?" tanya Zevana
"pulang lo vi. gue anterin deh" kata Alvin
"gih ka anterin ka via kasian tuh matanya udah ngantuk banget" kata Zevana
"yaudah gue pulang ya" kata Sivia. Alvin dan Sivia pun keluar dari kamar rawat
"kakak gak pulang?" tanya Zevana
"hmm.. aku temenin zeva disini aja. " kata Gabriel tersenyum.
"tidur dulu ya kak. night.." kata Zevana
"night zee"
~~~~~~~~
"vin ini kan bukan arah mau ke rumah gueee!" kata Sivia sedikit teriak karna di jalanan berisik banget banyak suara derung motor (Alvin Sivia lagi di motor)
"emangnya gue bilang mau langsung anterin lo ke rumah?" tanya Alvin sedikit teriak
"enggak sih. tapi kan tadi lo bilang mau anterin gue. dan berarti lo anterin gue pulang" kata Sivia
"ya enggak lah. lo harus temenin gue dulu ke mall. ada yang mau di beli. sekalian gue mau makan" kata Alvin
"busyett! tadi lo udah makan vin di kantin! 2 mangkok bakso sama 1 porsi nasi goreng. rakus lo ya" kata Sivia
"bawel deh" Alvin melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Sehingga Sivia memeluk Alvin
~~~~~~~~~~~
SALAH SATU MALL DI JAKARTA 07.00 malam
"beli apaan sih vin?" tanya Sivia. Sekarang Sivia Alvin lagi di toko perhiasan
"ya mau beli perhiasan lah. masa mau beli ganja" kata alvin seenaknya
"hhhh. cepetan deh. ibu gue ngomel ngomel nanti. lagian juga tas camping gue masih ada di ruang inap zevana" kata Sivia kesal
"tas lo biar besok di ambil" kata Alvin
"mba liat yang itu dong" kata Alvin sambil menunjuk kalung yang ada di balik kaca. Penjaga toko pun mengambil kalung yang Alvin maksud
"coba lo pake deh" kata alvin sambil menyodorkan kalung berliontin love
"kok gue sih?" tanya Sivia bingung
"soalnya orang yang mau gue kasih kalung itu badannya segede elo" kata Alvin " udah deh buruan pake aja" suruh Alvin. Sivia pun mekai kalungnya
"bagus.. cantik lagi" komentar Alvin
"baru tau lo gue cantik?" tanya Sivia
"hh.. udah udah lepas kalungnya. nanti jadi jelek di pakai sama lo" kata Alvin sambil melepaskan kalungnya dari leher Sivia
"huu dasar lu. kalo gini jadinya gue gak minjemin leher gue buat nyocokin tu kalung" kata sivia
"bawel yah lo" kata Alvin "mbaa kalung ini saya ambil ya" kata Alvin sambil menyerahkan kartu kredit(?) #krikk
"buat siapa sih vin? kayaknya orangnya special banget sampe dikasih kalung mahal gitu" kata Sivia
"emang orang yang mau gue kasih special"
"siapa sih?" tanya Sivia
"lo mau tau?" tanya Alvin
"mau lah"
"lo kasih tau dulu cowok yang udah bikin lo jatuh cinta sungguh sungguh" kata Alvin sambil memainkan Alisnya. Sivia jadi melotot
"NGGAK AKAN!" kata Sivia murka(?)
"dih.. yaudah.." " makasih ya mba" kata Alvin sambil mengambil kartunya dan kalung yang baru di beli
"sekarang kita makan..." kata Alvin sambil narik tangan Sivia. Cewek itu cuma pasrah
~~~~
"lo gak mau makan apa? ni brownisnya enak tau" kata Alvin sambil melahap sesendok brownis
"enggak ah. gue kenyak. mending lo buruan deh makannya" kata Sivia sambil menengkelupkan wajahnya
"hm.. yaudah" Alvin kembali menikmati brownisnya. Sivia mengangkat wajahnya sambil menyapu seluruh pemandangan disekitarnya dan ....................
itu... Kiki? sama siapa dia? batin Sivia
"lo liatin apa sih vi? ampe bengong gitu" kata Alvin bingung. Sivia tidak mendengarkan perkataan Alvin. Ia langsung melangkah ke meja kiki berada sama seorang cewek cantik plus seksi (?). Alvin mengikuti Sivia
"enak banget yah.. makan bareng sama cewek cantik" kata Sivia setelah sampai di meja kiki
"v..via.. kok k..kamu?" kiki jadi gelagapan
PLAKK
"hohh.. Jadi gini ya kerjaan lo di belakang gue" sinis Sivia setelah menampar Kiki
"lo apa apaan sih nampar cowok gue seenak udel lo! siapa lo! hah" kata cewek yang ngaku pacarnya kiki
"ohh. elo pacarnya kiki. mending lo putusin pacar lo sekarang juga! sebelum lo jadi KORBAN SELINGKUHAN kaya gue!" kata Sivia
"lo pacar kiki?" tanya cewek itu
"dulu iya. SEKARANG GUE MAU MUTUSIN NI COWOK BRENGSEK!" kata Sivia esmosi. Alvin cuma cengo melihat drama (?) yang di perbuat orang orang yang di depannya ini (?)
"KITA PUTUS KI!" kata cewek itu menangis lalu meninggalkan meja kiki
"PUAS LO HAH?" tanya kiki esmosi
"ELO TUH YANG UDAH PUAS APA BELOM!?! lo selingkuhin gue!!" kata Sivia
"ELO LEBIH PARAH SIVIA!! LO UDAH TIGAIN GUE! JADI APA SALAHNYA KALAU GUE DUAIN LO? HAH?" emosi kiki meninggi
"WAKTU LO NEMBAK GUE, LO BILANG LO NGGAK AKAN KEBERATAN MAU GUE BERAPAIN AJA! DAN LO JANJI SAMA GUE GAK SELINGGKUH! APAAN TUH? CIH!" emosi Sivia ikut meninggi
"DASAR CEWEKK" kiki ingin menampar pipi Sivia tapi dengan cepat di cegah oleh Alvin
"JANGAN PERNAH LO SAKITIN CEWEK! termasuk Sivia!!" tegas Alvin
"ohh.. apa mungkin.. DIA PACAR LO JUGA?" tanya kiki dengan nada sinis sambil menunjuk muka Alvin
"lo tuh ya!! SEKARANG KITA PUTUS!!" tegas Sivia sambil meninggalkan kiki. Alvin mengikutinya dari belakang
~~~~~~~~~~~~
RUMAH SHILLA 07.00
"SHILLA BANGUNN!!" teriak Cakka sambil membuka jendela kamar Shilla. Shilla jadi kesilauan
"bego!! silauuu!" omel Shilla sambil menutupi seluruh tubuh dan wajahnya dengan selimut
"Shill! bangun shill! kita jenguk Zevana!" suruh Cakka sambil mengguncang tubuh Shilla
"ntar ah.. ngantukkk" kata Shilla sambil berbalik arah
"SHILLA BANGUNNN" teriak Cakka sambil menarik selimut yang menutupi tubuh Shilla
SROTTTTTTTTT
"HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA" teriak Cakka dan Shilla bersamaan
"CAKKAAAAAAAA!!! KELUAR LOOOOOOOOO!!!!!!" teriak Shilla murka sambil menutupi tubuhnya dengan selimut. Cakka langsung keluar kamar Shilla dan bersender di pintu sambil mengusap dadanya
"ya Allah... jangan tambahkan dosa hambamu yang ganteng ini ya allah. tadi hamba gak sengaja buka selimut Shilla. sumpah demi namamu ya Allah. suer werewerewer!" kata Cakka gaje
"ya Allah... jangan tambah dosa hamba.. dosaku sudah banyak ya allah.. aku males ngelunasin..." kata Cakka sambil menutup matanya ngos ngosan (?). Cakka galiat apa apa sih. Cuma kaget aja pas narik selimut Shilla ternyata cewek itu cuma pake hotpants sama tantop kuning.
"maafkan hamba ya Allah.. aminn..."
**
"lo ngapain sih pake masuk masuk kamar gue sekala?! gak sopan banget sih" kata Shilla saat di mobil Cakka dalam perjalanan ke rumah sakit tempat Zevana dirawat
"sorry Shill.. abis tadi lo udah di bangunin sama nyokap lo tapi gak bangun bangun. jadi gue yang bangunin deh. sorry yah Shilla cantik" rayu Cakka
"lain kali jangan di ulangin ya cak. untung tadi gua masih pake baju! kalau gue gak pake baju gimana? hah?" tanya Shilla kesel
"tapi Shill.. sumpah tadi gue gak liat apa apaan!! suer ewerewer!"
"Hmm.. Iya deh gue percaya sama lo" kata Shilla tersenyum. Cakka membelai rambut Shilla
"Thanks my girl"
*****
"Alyssa Saufika Umari!!!! Banguuuunnnnnnnnn!!" Teriak Rio sambil mengguncangkan tubuh Ify yang lagi tidur
"Berisikkkkkkkk" kata Ify sambil menutup telinganya
"Bangun fy!! Udah mulai siang nih..! Kita jenguk Zevana" kata Rio
"yaudah lo tunggu ruang tamu. gue mau mandi" kata Ify sambil melangkah ke kemar mandi. Rio keluar dari kamar Ify dan menunggu di ruang tamu
~~~
"kenapa harus lo yang bangunin gue sih!? kenapa juga lo udah masuk rumah gua" kata Ify saat di mobil perjalanan ke RS tempat Zevana dirawat
"emang lo belom di kasih tau sama orang tua lo?" tanya Rio bingung
"kalau udah dikasih tau gak mungkin gue nanya kayak gini RIO!" kata Ify
"kan orang tua lo sama orang tua gue ke london. katanya ada kerjaan disana" jelas Rio
"pembantu gua?" tanya Ify
"pulang kampung dari tadi pagi pagi banget. anaknya sakit" jawab Rio
"hmm... berapa lama ortu kita disana?" tanya Ify lemas
"sekitar dua minggu"
"WHAT? DUA MINGGU??????" kaget Ify
"kenapa? bukannya udah biasa lo di tinggal kerja sama ortu lo??" tanya Rio bingung
"gak selama ini yo" kata Ify
~~~~~~~~~
"kak... keluar yuk.. gue males disini" rayu Zevana
"ze.. inget gak lo tadi kata bunda sebelum dia pulang apa? lo gak boleh keluar keluar. jaitan lo masih basah" kata Alvin
"gue udah kuat kali kak" kata Zevana
"biar gue tanya dokter dulu boleh atau enggak ya" kata Gabriel
"thanks kak.. lo emang bisa gantiin ka alvin ya" kata Zevana sambil melirik Alvin sinis
"ooo tidak bisa! Alvin Jonathan itu kakak terbaik di seluruh indonesia!!" kata Alvin
"elo diseluruh indonesia! ga iyel? seluruh dunia" kata ZEvana tak mau kalah
"ohh gitu ya sekarang udah mojokin gue mulu" kata Alvin pura pura ngambek. Gabriel cuma geleng geleng kepala sambil keluar dari kamar rawat Zevana untuk menemui dokter
"haha.. gue suka liat tampang lo begitu kak.! gue cuma bercanda dong jangan ngambek napa!" kata Zevana sambil berusaha menarik tangan Alvin
"males maafin adik kaya lo" kata alvin judes
"aww awwwww sakitt" kata Zevana pura pura nangis. Alvin langsung kaget
"zee.. lo kenapa ?? apa yang sakit? gue panggil dokter dulu ya" kata Alvin sambil beranjak tapi tangannya ditarik ZEvana
"haha.. canda gue.. jangan marah dong yaa" kata Zevana
"hmm.. iya deh" kata Alvin
"helloo sister brother" sapa sivia saat masuk kamar rawat Zevana
"hey ka via. sendiri ke sini kak?" tanya Zevana
"enggak! sama malaikan dua" kata Sivia
"lawak dah-_-" kata Alvin
"eh.. sekolah libur ampe besok gue gak bisa pergi pergi" kta zevana sok sedih
"lagian sih cari gara gara" kata Alvin. Gabriel masuk ruang rawat sambil membawa satu kursi roda
"kata dokter zevana boleh keluar. tapi pake kursi roda" kata Gabriel
"asik asik asikkk" kata zevana senang. Gabriel pun langsung membantu zevana duduk di kursi roda
"jalan banggg!!" kata Zevana
~~~TAMAN RS~~~
"hei.. kok di taman? emang zeva udah boleh keluar?" tanya Ify yang kebetulan lewat taman bersama cakka shilla rio. mereka juga kebetulan tadi ketemu di parkiran jadi bareng deh
"iya nih udah boleh keluar" kata Zevana
"cak kesana yuk" ajak Shilla
"hayukk" kata Cakka. mereka pun lari ke dalem semak semak *ngapain tuh ya :O*
"dasar cebong amis" kata Gabriel
"hahahha"
"awas aja tuh si cakka ngapa ngapain shilla di semak semak gua bunuh" kata Sivia
"cak.. punya kamu jangan dibuka!! serem tau!! burikan lagi! ish" kata Shilla dalam semak semak
"nahloh.. buka apaan tuh" tanya alvin mupeng
"shil.. punya aku gak burik.. lucu kok. aku buka yah" kata Cakka
"STOPP!! jangan di buka CAKKA!!!! mending punya aku tuh kan? putih halus. gak kaya kamu burikan" kata Shilla
"eh samperin samperin. jangan jangan mereka buka bukaan kan gawat" kata Gabriel
"elo mesumm" kata Alvin sambil noyor Gabriel
"elo juga yo" kata gabriel noyor rio
"kok gue sih? kalian berdua tuh" kata Rio sambil jenggut rambut gabriel alvin saking gemesnya (?)
"udah yukk" mereka pun nyusul cakka shilla di semak semak. Sivia mendorong kursi roda Zevana
disemak semak...
"CAKKA SHILLA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" kaget Rio Ify Zevana Gabriel Alvin Sivia
"eheehhe" kata cakka dan shilla sambil mengangkat kelinci yang mereka genggam
"ternyata lo mainan kelinci.. kirain gue..........." Gabriel tak percaya
"elo berdua mainan kelinci aja frontal banget sih" kata Rio
"terus apaan tuh buka bukaan?" tanya Alvin
"itutuh kelincinya cakka burikan. gue kan geli liatnya" kata Shilla
"wahh.. kak cakka, tolong ambilin kelinci yang itu dong" kata zevana sambil menunjuk seekor kelinci. cakka mengambilkannya dan di kasih ke zevana
"ka alvinnnn!! liat nih!! kelincinya kaya kevaa yaa" kata Zevana sambil mengangkat kelincinya ke depan muka alvin
"iya zee.." alvin mengambil seekor kelinci lagi "ini juga mirip kevin ya ze. warnanya item putih"
"APAAN TUH KEVA KEVIN???" tanya Sivia GAbriel Ify Rio Cakka Shilla *ribet amat yak-_-*
"ahaha.. keva itu KElinci zeVAna. kalau kevin itu KElinci alVIN. ahaha" jawab zevana alvin gaje
"DASAR SISTER BROTHER UDIK!!!" teriak teman teman
"ahahaha..."
~~~~~~~
"yo gue yang nyetir aja ya" kata Ify. Rio menatap Ify bingung sambil memberi kunci mobilnya ke ify
"lohh fy... ini kan bukan jalan mau ke rumah lo!! ini mau kemana sih?" tanya Rio bngung saat di perjalanan
"kita seneng seneng yo! haha. habis gue itu stres! smua pada ninggalin gue termasuk ORTU GUE!!!" kata Ify. Rio semakin bingung. gak biasanya Ify kaya gini
"mau kemana sih vi?" tanya Rio
"tempat ngilangin stres yang ampuh itu.... DISKOTIK!! hehe" kata IFy gaje
"jangan gila fy! gue kenal lo udah dari dulu. dan lo gak pernah ke club!" tgas Rio
"sekali aja MARIO!!" kata Ify
~~~CLUBING~~
"fy.. lo udah mabok! jangan di minum lagi vii!!!" kata Rio sambil menarik segelas minuman yang ingin ify minum
"gue belom mabok Rio... hahaa. lo cupu! munum lagi dong nihh" kata ify sempoyongan
PLAKK
"apa apaan sih lo yo!!" kata Ify gak terima gara gara di tampar rio
"SADAR LO FY! LO KENAPA JADI GINI SIH? LO GAK PERNAH MABOK GINI FY! " bentak Rio. Ify merangkul rio
"have fun rio...."
BRAKK.. Ify jatoh karna udah mabok berat. Rio segera menggendong ify ke mobil dan dibawa pulang
@mobil
"kenapa semua ninggalin gue sih.. gue salah apaa.. hiksssss" tangis ify tetapi tidak sadarkan diri. rio menatap ify iba
lo kenapa sih fy... batin Rio
~BERSAMBUNG~
"boleh kami masuk dok?" tanya papi
"tentu saja. tapi Zeva belum sadar karna pengaruh obat bius. mungkin tunggu beberapa menit baru ia sadar" kata dokter
"sekali lagi, saya berterimakasih dok sudah membantu putri saya" kata papi sambil berjabat dengan dokter
"sudah tugas saya pak. saya permisi dulu ya" kata dokter. Semua pun masuk ke ruang oprasi
"Zeva..." ucap bunda sambil mengelus rambut Zevana
"sus, kapan di pindahkan ke ruang inap ya?" tanya papi ke suster yang lagi beresin alat alat oprasi
"kalau zevana sudah sadar boleh segera dipindahkan ke ruang inap" jawab suster
"tolong di VVIP ya sus" kata papi
"kami usahakan pak kalau tidak penuh. saya permisi dulu ya" kata suster
"iya sus terimakasih" kata papi. suster pun keluar dari ruang oprasi
"bunnn" panggil zeva setengah sadar
"zee.. udah bangun" kata bunda sambil tersenyum. Zevana mencoba bangun dari tidurnya
"aw... perih amat sih" ringis Zevana gara gara perutnya masih terasa perih karna jahitannya belum kering
"jangan banyak gerak dulu ze" kata Alvin. Zevana pun tiduran lagi
"bunda mukanya pucet tuh. belom makan yah?" tanya Zevana
"hmmm" bunda melirik papi exel sebentar
"bunda belom makan tuh ze dari pagi." kata papi jujur
"tuhkan.. ni pasti gara gara zeva deh" kata Zevana
"bunda makan gih.. nanti sakit loh" kata Alvin
"lo kan juga belom makan vin" kata Sivia sambil nikut Alvin
"lo juga belom makan yel" kata Alvin sambil nyikut Gabriel
"lo juga belom makan vi" kata Gabriel sambil nyikut Sivia
"om juga belom makan" kata Sivia sambil menoleh ke arah papi Exel
"loh.. kok jadi oper operan gini? zeva.. kamu juga belom makan" kata papi nyikut Zevana
"yaampun-_- udah deh mendingan kalian pada makan dulu. dari pada sakit. biar aku sendiri disini gapapa kok" kata Zevana yang mual enek liat tingkah orang yang disekitarnya ini
"hmm.. gue entar aja deh. belom laper" kata Gabriel. tiba tiba ada suara..
Kriukkkk..
"suara apaan tuh" kata Alvin sambil nyari nyari sumber suara. Hingga sampai di depan perut Gabriel...
"wahh... perut lo sob... lagi dangdutan tuh" kata Alvin sambil nepok nepok(?) perut Gabriel
"sialan.. ntar aja gue belom laper" kata Gabriel
"dasar keras kepala. bilang aja deh mau deket deket sama zevana. iyakan? ngaku deh lo" kata Sivia
"apaan sih lo ndut" kata Gabriel
"dasar cungkring"
"pipi bapaw"
"dasar lo lidi"
"elo balon"
"stttttt.. tuhkan ribut. udah deh kita pada ke kantin yuk. biar Gabriel jagain zevana disini nanti kita bawain makanan buat dia" kata bunda
"begitu lebih baik tante" kata Gabriel. Papi bunda Sivia Alvin pun langsung pergi ke kantin RS
"permisi.." kata suster tiba tiba masuk
"iya.. kenapa sus?" tanya Gabriel
"pasien mau dipindahkan ke ruang inap. bisa tolong tunggu diluar?" kata suster
"oh.. iya silahkan sus" Gabriel pun langsung keluar dari ruangan
~~~~~~~~~
R. Anggrek (ruang inap Zevana)
"udah kasih tau kak Alvin belom?" tanya Zevana
"udah kok" kata Gabriel sambil nyalain TV
"awww.." ringis Zevana
"kenapa ze?" tanya Gabriel
"perih doang kok. hehe" kata Zevana nyengir
"udah kamu tidur aja. nanti perihnya jadi ilang" kata Gabriel
"gabisa kak. gak ngantukk" kata Zevana
"tidur~~~~" kata Gabriel sambil mengusap kening Zevana (?) *hipnotis cara baru nih (?)*. Zevana pun lama lama ketiduran
"haha... semua orang yang gue gituin kok tidur yah. mungkin tangan gue lembut. maklumlah.. dicucinya pake rinso" gumam Gabriel gaje
CKREK (pintu kebuka)
"lah.. dia tidur" kata Alvin
"nih Gabriel makanan buat lo" kata Sivia sambil menaruh sekotak makanan di meja
"thankyou ndut" kata Gabriel
"jangan ngajak ribut deh yel" kata Sivia
"tante sama om mana?" tanya Gabriel sambil melahap nasi gorengnya
"lagi ngurus keperluan Zevana" kata Alvin
"hmmmmmmm" Zevana kebangun (?)
"kok bangun? baru bentar kan tidurnya tadi" kata Gabriel
"itu cuma pengaruh hipnotis lo ka" kata Zevana
"oiya ka Rio ka Cakka ka Shilla ka Ify pada kemana? biasanya barengan mulu sama kalian" kata Zevana
"mereka udah pulang duluan ada urusan. apalagi si Cakka tuh, pasti mau gombalin si Shilla" kata Sivia
"ka Cakka emang lucu ya haha" kata Zevana
"iya lucu kalau diliat dari atas monas pake sedotan di sumpel batu" dumel Alvin
"gaboleh gitu lo.. kalo orangnya denger gimana lo vin?" kata Sivia
"gak bakalll!"
Drtttt drttttt (handphone Alvin getar)
>> CakkaNRG calling<<
"ebusyett.. Cakka panjang umur nih diomongin langsung bergetar jiwanya(?)" kata Alvin sambil mengangkat telfon dari Cakka
"ALVIN LO NGOMONGIN GUE YAA" teriak Cakka di telfon. gara gara kenceng banget Alvin sampe ngejauhin HPnya bentar
"enggak!! inget cak! fitnah lebih kejam daripada pembunuhan! inget cak inget!" kata Alvin bohong, padahalkan dia emang ngomongin Cakka tadi-_-
"AAAAA!! boong lo vin! kuping gue panas tadi. pasti lo ngomongin gue. ngaku lo vin ngaku!!" paksa Cakka
"apaan sih! ENGGAK CAKKA KAWEKAS NURAGA!!" kata Alvin esmosi
"bohong lo gue tau lo it..." omongan Cakka terputus gara gara sambungan telfon dimatiin sama Alvin
"napa lo vin?" tanya Gabriel bingung
"itu tuh si Cakka. masa dia nuduh gue lagi ngomongin dia" kata Alvin
"emang lo tadi lagi ngomongin dia bego vin!" kata sivia sambil noyor Alvin
"ehehe. iyaya" kata Alvin bego (peace)
"ka via sama gak iyel gak pulang?" tanya Zevana
"pulang lo vi. gue anterin deh" kata Alvin
"gih ka anterin ka via kasian tuh matanya udah ngantuk banget" kata Zevana
"yaudah gue pulang ya" kata Sivia. Alvin dan Sivia pun keluar dari kamar rawat
"kakak gak pulang?" tanya Zevana
"hmm.. aku temenin zeva disini aja. " kata Gabriel tersenyum.
"tidur dulu ya kak. night.." kata Zevana
"night zee"
~~~~~~~~
"vin ini kan bukan arah mau ke rumah gueee!" kata Sivia sedikit teriak karna di jalanan berisik banget banyak suara derung motor (Alvin Sivia lagi di motor)
"emangnya gue bilang mau langsung anterin lo ke rumah?" tanya Alvin sedikit teriak
"enggak sih. tapi kan tadi lo bilang mau anterin gue. dan berarti lo anterin gue pulang" kata Sivia
"ya enggak lah. lo harus temenin gue dulu ke mall. ada yang mau di beli. sekalian gue mau makan" kata Alvin
"busyett! tadi lo udah makan vin di kantin! 2 mangkok bakso sama 1 porsi nasi goreng. rakus lo ya" kata Sivia
"bawel deh" Alvin melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Sehingga Sivia memeluk Alvin
~~~~~~~~~~~
SALAH SATU MALL DI JAKARTA 07.00 malam
"beli apaan sih vin?" tanya Sivia. Sekarang Sivia Alvin lagi di toko perhiasan
"ya mau beli perhiasan lah. masa mau beli ganja" kata alvin seenaknya
"hhhh. cepetan deh. ibu gue ngomel ngomel nanti. lagian juga tas camping gue masih ada di ruang inap zevana" kata Sivia kesal
"tas lo biar besok di ambil" kata Alvin
"mba liat yang itu dong" kata Alvin sambil menunjuk kalung yang ada di balik kaca. Penjaga toko pun mengambil kalung yang Alvin maksud
"coba lo pake deh" kata alvin sambil menyodorkan kalung berliontin love
"kok gue sih?" tanya Sivia bingung
"soalnya orang yang mau gue kasih kalung itu badannya segede elo" kata Alvin " udah deh buruan pake aja" suruh Alvin. Sivia pun mekai kalungnya
"bagus.. cantik lagi" komentar Alvin
"baru tau lo gue cantik?" tanya Sivia
"hh.. udah udah lepas kalungnya. nanti jadi jelek di pakai sama lo" kata Alvin sambil melepaskan kalungnya dari leher Sivia
"huu dasar lu. kalo gini jadinya gue gak minjemin leher gue buat nyocokin tu kalung" kata sivia
"bawel yah lo" kata Alvin "mbaa kalung ini saya ambil ya" kata Alvin sambil menyerahkan kartu kredit(?) #krikk
"buat siapa sih vin? kayaknya orangnya special banget sampe dikasih kalung mahal gitu" kata Sivia
"emang orang yang mau gue kasih special"
"siapa sih?" tanya Sivia
"lo mau tau?" tanya Alvin
"mau lah"
"lo kasih tau dulu cowok yang udah bikin lo jatuh cinta sungguh sungguh" kata Alvin sambil memainkan Alisnya. Sivia jadi melotot
"NGGAK AKAN!" kata Sivia murka(?)
"dih.. yaudah.." " makasih ya mba" kata Alvin sambil mengambil kartunya dan kalung yang baru di beli
"sekarang kita makan..." kata Alvin sambil narik tangan Sivia. Cewek itu cuma pasrah
~~~~
"lo gak mau makan apa? ni brownisnya enak tau" kata Alvin sambil melahap sesendok brownis
"enggak ah. gue kenyak. mending lo buruan deh makannya" kata Sivia sambil menengkelupkan wajahnya
"hm.. yaudah" Alvin kembali menikmati brownisnya. Sivia mengangkat wajahnya sambil menyapu seluruh pemandangan disekitarnya dan ....................
itu... Kiki? sama siapa dia? batin Sivia
"lo liatin apa sih vi? ampe bengong gitu" kata Alvin bingung. Sivia tidak mendengarkan perkataan Alvin. Ia langsung melangkah ke meja kiki berada sama seorang cewek cantik plus seksi (?). Alvin mengikuti Sivia
"enak banget yah.. makan bareng sama cewek cantik" kata Sivia setelah sampai di meja kiki
"v..via.. kok k..kamu?" kiki jadi gelagapan
PLAKK
"hohh.. Jadi gini ya kerjaan lo di belakang gue" sinis Sivia setelah menampar Kiki
"lo apa apaan sih nampar cowok gue seenak udel lo! siapa lo! hah" kata cewek yang ngaku pacarnya kiki
"ohh. elo pacarnya kiki. mending lo putusin pacar lo sekarang juga! sebelum lo jadi KORBAN SELINGKUHAN kaya gue!" kata Sivia
"lo pacar kiki?" tanya cewek itu
"dulu iya. SEKARANG GUE MAU MUTUSIN NI COWOK BRENGSEK!" kata Sivia esmosi. Alvin cuma cengo melihat drama (?) yang di perbuat orang orang yang di depannya ini (?)
"KITA PUTUS KI!" kata cewek itu menangis lalu meninggalkan meja kiki
"PUAS LO HAH?" tanya kiki esmosi
"ELO TUH YANG UDAH PUAS APA BELOM!?! lo selingkuhin gue!!" kata Sivia
"ELO LEBIH PARAH SIVIA!! LO UDAH TIGAIN GUE! JADI APA SALAHNYA KALAU GUE DUAIN LO? HAH?" emosi kiki meninggi
"WAKTU LO NEMBAK GUE, LO BILANG LO NGGAK AKAN KEBERATAN MAU GUE BERAPAIN AJA! DAN LO JANJI SAMA GUE GAK SELINGGKUH! APAAN TUH? CIH!" emosi Sivia ikut meninggi
"DASAR CEWEKK" kiki ingin menampar pipi Sivia tapi dengan cepat di cegah oleh Alvin
"JANGAN PERNAH LO SAKITIN CEWEK! termasuk Sivia!!" tegas Alvin
"ohh.. apa mungkin.. DIA PACAR LO JUGA?" tanya kiki dengan nada sinis sambil menunjuk muka Alvin
"lo tuh ya!! SEKARANG KITA PUTUS!!" tegas Sivia sambil meninggalkan kiki. Alvin mengikutinya dari belakang
~~~~~~~~~~~~
RUMAH SHILLA 07.00
"SHILLA BANGUNN!!" teriak Cakka sambil membuka jendela kamar Shilla. Shilla jadi kesilauan
"bego!! silauuu!" omel Shilla sambil menutupi seluruh tubuh dan wajahnya dengan selimut
"Shill! bangun shill! kita jenguk Zevana!" suruh Cakka sambil mengguncang tubuh Shilla
"ntar ah.. ngantukkk" kata Shilla sambil berbalik arah
"SHILLA BANGUNNN" teriak Cakka sambil menarik selimut yang menutupi tubuh Shilla
SROTTTTTTTTT
"HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA" teriak Cakka dan Shilla bersamaan
"CAKKAAAAAAAA!!! KELUAR LOOOOOOOOO!!!!!!" teriak Shilla murka sambil menutupi tubuhnya dengan selimut. Cakka langsung keluar kamar Shilla dan bersender di pintu sambil mengusap dadanya
"ya Allah... jangan tambahkan dosa hambamu yang ganteng ini ya allah. tadi hamba gak sengaja buka selimut Shilla. sumpah demi namamu ya Allah. suer werewerewer!" kata Cakka gaje
"ya Allah... jangan tambah dosa hamba.. dosaku sudah banyak ya allah.. aku males ngelunasin..." kata Cakka sambil menutup matanya ngos ngosan (?). Cakka galiat apa apa sih. Cuma kaget aja pas narik selimut Shilla ternyata cewek itu cuma pake hotpants sama tantop kuning.
"maafkan hamba ya Allah.. aminn..."
**
"lo ngapain sih pake masuk masuk kamar gue sekala?! gak sopan banget sih" kata Shilla saat di mobil Cakka dalam perjalanan ke rumah sakit tempat Zevana dirawat
"sorry Shill.. abis tadi lo udah di bangunin sama nyokap lo tapi gak bangun bangun. jadi gue yang bangunin deh. sorry yah Shilla cantik" rayu Cakka
"lain kali jangan di ulangin ya cak. untung tadi gua masih pake baju! kalau gue gak pake baju gimana? hah?" tanya Shilla kesel
"tapi Shill.. sumpah tadi gue gak liat apa apaan!! suer ewerewer!"
"Hmm.. Iya deh gue percaya sama lo" kata Shilla tersenyum. Cakka membelai rambut Shilla
"Thanks my girl"
*****
"Alyssa Saufika Umari!!!! Banguuuunnnnnnnnn!!" Teriak Rio sambil mengguncangkan tubuh Ify yang lagi tidur
"Berisikkkkkkkk" kata Ify sambil menutup telinganya
"Bangun fy!! Udah mulai siang nih..! Kita jenguk Zevana" kata Rio
"yaudah lo tunggu ruang tamu. gue mau mandi" kata Ify sambil melangkah ke kemar mandi. Rio keluar dari kamar Ify dan menunggu di ruang tamu
~~~
"kenapa harus lo yang bangunin gue sih!? kenapa juga lo udah masuk rumah gua" kata Ify saat di mobil perjalanan ke RS tempat Zevana dirawat
"emang lo belom di kasih tau sama orang tua lo?" tanya Rio bingung
"kalau udah dikasih tau gak mungkin gue nanya kayak gini RIO!" kata Ify
"kan orang tua lo sama orang tua gue ke london. katanya ada kerjaan disana" jelas Rio
"pembantu gua?" tanya Ify
"pulang kampung dari tadi pagi pagi banget. anaknya sakit" jawab Rio
"hmm... berapa lama ortu kita disana?" tanya Ify lemas
"sekitar dua minggu"
"WHAT? DUA MINGGU??????" kaget Ify
"kenapa? bukannya udah biasa lo di tinggal kerja sama ortu lo??" tanya Rio bingung
"gak selama ini yo" kata Ify
~~~~~~~~~
"kak... keluar yuk.. gue males disini" rayu Zevana
"ze.. inget gak lo tadi kata bunda sebelum dia pulang apa? lo gak boleh keluar keluar. jaitan lo masih basah" kata Alvin
"gue udah kuat kali kak" kata Zevana
"biar gue tanya dokter dulu boleh atau enggak ya" kata Gabriel
"thanks kak.. lo emang bisa gantiin ka alvin ya" kata Zevana sambil melirik Alvin sinis
"ooo tidak bisa! Alvin Jonathan itu kakak terbaik di seluruh indonesia!!" kata Alvin
"elo diseluruh indonesia! ga iyel? seluruh dunia" kata ZEvana tak mau kalah
"ohh gitu ya sekarang udah mojokin gue mulu" kata Alvin pura pura ngambek. Gabriel cuma geleng geleng kepala sambil keluar dari kamar rawat Zevana untuk menemui dokter
"haha.. gue suka liat tampang lo begitu kak.! gue cuma bercanda dong jangan ngambek napa!" kata Zevana sambil berusaha menarik tangan Alvin
"males maafin adik kaya lo" kata alvin judes
"aww awwwww sakitt" kata Zevana pura pura nangis. Alvin langsung kaget
"zee.. lo kenapa ?? apa yang sakit? gue panggil dokter dulu ya" kata Alvin sambil beranjak tapi tangannya ditarik ZEvana
"haha.. canda gue.. jangan marah dong yaa" kata Zevana
"hmm.. iya deh" kata Alvin
"helloo sister brother" sapa sivia saat masuk kamar rawat Zevana
"hey ka via. sendiri ke sini kak?" tanya Zevana
"enggak! sama malaikan dua" kata Sivia
"lawak dah-_-" kata Alvin
"eh.. sekolah libur ampe besok gue gak bisa pergi pergi" kta zevana sok sedih
"lagian sih cari gara gara" kata Alvin. Gabriel masuk ruang rawat sambil membawa satu kursi roda
"kata dokter zevana boleh keluar. tapi pake kursi roda" kata Gabriel
"asik asik asikkk" kata zevana senang. Gabriel pun langsung membantu zevana duduk di kursi roda
"jalan banggg!!" kata Zevana
~~~TAMAN RS~~~
"hei.. kok di taman? emang zeva udah boleh keluar?" tanya Ify yang kebetulan lewat taman bersama cakka shilla rio. mereka juga kebetulan tadi ketemu di parkiran jadi bareng deh
"iya nih udah boleh keluar" kata Zevana
"cak kesana yuk" ajak Shilla
"hayukk" kata Cakka. mereka pun lari ke dalem semak semak *ngapain tuh ya :O*
"dasar cebong amis" kata Gabriel
"hahahha"
"awas aja tuh si cakka ngapa ngapain shilla di semak semak gua bunuh" kata Sivia
"cak.. punya kamu jangan dibuka!! serem tau!! burikan lagi! ish" kata Shilla dalam semak semak
"nahloh.. buka apaan tuh" tanya alvin mupeng
"shil.. punya aku gak burik.. lucu kok. aku buka yah" kata Cakka
"STOPP!! jangan di buka CAKKA!!!! mending punya aku tuh kan? putih halus. gak kaya kamu burikan" kata Shilla
"eh samperin samperin. jangan jangan mereka buka bukaan kan gawat" kata Gabriel
"elo mesumm" kata Alvin sambil noyor Gabriel
"elo juga yo" kata gabriel noyor rio
"kok gue sih? kalian berdua tuh" kata Rio sambil jenggut rambut gabriel alvin saking gemesnya (?)
"udah yukk" mereka pun nyusul cakka shilla di semak semak. Sivia mendorong kursi roda Zevana
disemak semak...
"CAKKA SHILLA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" kaget Rio Ify Zevana Gabriel Alvin Sivia
"eheehhe" kata cakka dan shilla sambil mengangkat kelinci yang mereka genggam
"ternyata lo mainan kelinci.. kirain gue..........." Gabriel tak percaya
"elo berdua mainan kelinci aja frontal banget sih" kata Rio
"terus apaan tuh buka bukaan?" tanya Alvin
"itutuh kelincinya cakka burikan. gue kan geli liatnya" kata Shilla
"wahh.. kak cakka, tolong ambilin kelinci yang itu dong" kata zevana sambil menunjuk seekor kelinci. cakka mengambilkannya dan di kasih ke zevana
"ka alvinnnn!! liat nih!! kelincinya kaya kevaa yaa" kata Zevana sambil mengangkat kelincinya ke depan muka alvin
"iya zee.." alvin mengambil seekor kelinci lagi "ini juga mirip kevin ya ze. warnanya item putih"
"APAAN TUH KEVA KEVIN???" tanya Sivia GAbriel Ify Rio Cakka Shilla *ribet amat yak-_-*
"ahaha.. keva itu KElinci zeVAna. kalau kevin itu KElinci alVIN. ahaha" jawab zevana alvin gaje
"DASAR SISTER BROTHER UDIK!!!" teriak teman teman
"ahahaha..."
~~~~~~~
"yo gue yang nyetir aja ya" kata Ify. Rio menatap Ify bingung sambil memberi kunci mobilnya ke ify
"lohh fy... ini kan bukan jalan mau ke rumah lo!! ini mau kemana sih?" tanya Rio bngung saat di perjalanan
"kita seneng seneng yo! haha. habis gue itu stres! smua pada ninggalin gue termasuk ORTU GUE!!!" kata Ify. Rio semakin bingung. gak biasanya Ify kaya gini
"mau kemana sih vi?" tanya Rio
"tempat ngilangin stres yang ampuh itu.... DISKOTIK!! hehe" kata IFy gaje
"jangan gila fy! gue kenal lo udah dari dulu. dan lo gak pernah ke club!" tgas Rio
"sekali aja MARIO!!" kata Ify
~~~CLUBING~~
"fy.. lo udah mabok! jangan di minum lagi vii!!!" kata Rio sambil menarik segelas minuman yang ingin ify minum
"gue belom mabok Rio... hahaa. lo cupu! munum lagi dong nihh" kata ify sempoyongan
PLAKK
"apa apaan sih lo yo!!" kata Ify gak terima gara gara di tampar rio
"SADAR LO FY! LO KENAPA JADI GINI SIH? LO GAK PERNAH MABOK GINI FY! " bentak Rio. Ify merangkul rio
"have fun rio...."
BRAKK.. Ify jatoh karna udah mabok berat. Rio segera menggendong ify ke mobil dan dibawa pulang
@mobil
"kenapa semua ninggalin gue sih.. gue salah apaa.. hiksssss" tangis ify tetapi tidak sadarkan diri. rio menatap ify iba
lo kenapa sih fy... batin Rio
~BERSAMBUNG~
Langganan:
Postingan (Atom)



