Jumat, 18 Februari 2011

Sister and Brother - Love - Friendship. part5 (AlVia deket?)

Alvin dengan lemas melangkah ke tempat camping. Semua tampak cemas karna sedari tadi Alvin dan Zevana tidak ada di tempat Camping.

"Alvin! dari mana saja kamu?" tanya pak Duta sebagai Kepsek SMA Pusaka. Alvin hanya diam sambil menundukan kepalanya

"Alvin! jawab pak Duta! mana Zevana?" tanya pak Dave

"pak, tolong saya pak. cari Zevana sekarang juga, Zevana hilang pak. saya mohon" mohon Alvin sambil berlutut di depan pak Duta. Dengan cepat pak Duta mengangkat tubuh Alvin agar berdiri

"Zevana hilang?" tanya pak Duta. Alvin hanya mengangguk

"bagaimana bisa Alvin? yaampun, murid kebanggaan saya" kata pak Dave. Alvin pun menceritakan kejadian yang ia alami dari A sampai Z

"kita tidak bisa mencarinya sekarang. sekarang sudah tengah malam dan langin sudah mendung" kata pak Duta

"saya mohon pak. cari adik saya sekarang" mohon Alvin

"tidak bisa Alvin. mending sekarang kamu istirahat dulu" suruh pak Duta. Beberapa menit kemudian pun semua orang termasuk para guru guru masuk ke tenda. Hanya ada Alvin Gabriel Rio Cakka Sivia Shilla dan Ify di luar.

Alvin duduk di depan api unggun yang hampir padam. Menyeseli semua perbuatan yang ia perbuat. Harusnya gue gak izinin Zeva jauh dari gue, mungkin kejadian ini gak akan terjadi, batin Alvin. Apa yang harus gue bilang ke bunda dan papi kalau gue gagal jagain adik gue sendiri? mereka pasti benci gue. terutama.. papi.

"gimana bisa kejadian kaya gitu, Vin?" tanya Gabriel sambil duduk di samping Alvin

"please lo jangan nanya gitu, gue bisa gila kalau ditanyain kaya gitu" ujar Alvin lemas

"sorry, gue gak maksud vin. gue yakin, dimana pun adik lo berada dia selalu dilindungin Tuhan." tegas Gabriel

"kita akan selalu bantu lo, vin. kita kan sahabat" kata Cakka

"kalau lo sedih, kita semua sedih vin. kalau lo sakit, kita ikutan sakit. kalau lo nangis, kita juga pasti bakal nangis. we always together, vin" kata Rio tersenyum

"uh so sweet" kata Cakka dan Gabriel. Alvin tersenyum

"thanks ya semua. kalian emang sahabat gue yang paling baik sedunia. kalian tuh udah kaya semangat gue" kata Alvin tersenyum

"saatnya berpelukan" kata Cakka. Alvin Gabriel Rio dan Cakka pun saling merangkul

"hmmm.. mending sekarang kita tidur" usul Gabriel

"kalian duluan aja. gue masih pingin disini" kata Alvin

"yaudah bray, kita duluan ya. hati hati kuntilanak di belakang lu loh" kata Cakka. Setelah melihat sobat sobatnya sudah masuk tenda, Alvin menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Air matanya tiba tiba jatuh. Seseorang menepuk pundak Alvin. Alvin menoleh.

"Sivia?" kata Alvin kaget. Sivia pun duduk di samping Alvin

"lo bukan Alvin yang gue kenal! lo cengeng" Sivia meremehkan

"gue gak cengeng" kata Alvin menunduk sambil menghapus bekas air matanya

"gue tau kok lo tadi nangis" kata Sivia sambil menatap Alvin

"gue binging vi. gue harus ngomong apa ke  nyokap bokap gue kalo gue gagal jagain adik gue. pasti mereka langsung benci gue" kata Alvin

"ehmm, gak ada orang tua yang benci anaknya" ujar Sivia. Alvin menatap Sivia dalam

"itu orang tua lain, bukan orang tua gue, vi!" kata Alvin

"vin, dengerin gue ya. gak ada orang tua yang gak sayang sama anaknya, kalau pun orang tua itu sering ngomel atau ngebentak anaknya, itu demi kebaikan anaknya. dan kalo soal permasalahan lo, ini semua udah takdir Tuhan yang udah di tuliskan buat Zevana." kata Sivia. Alvin menundukan kepalanya, wajahnya di tutup oleh tangan

"kalau orang tua lo gak bisa nerima takdir ini, itu hanya di awal vin. lama kelamaan dia juga bakal baik lagi seperti dulu, menyayangi lo." kata Sivia. Alvin mengangkat wajahnya dan langsung memeluk Sivia

"thanks vi. lo udah bikin hati gue tenang. gue beruntung banget punya temen kaya lo" kata Alvin

"sama sama vin. gue bisa pinjemin bahu gue buat lo. kalo lo lagi sedih atau lagi ada masalah, gue bisa ngasih lo solusi" kata Sivia sambil membalas pelukan Alvin

"thanks Sivia. gue udah anggap lo lebih dari sahabat" kata Alvin tanpa sadar sambil melepaskan pelukannya. Sivia mengernyitkan dahi.

"hhh? maksud lo?" tanya Sivia bingung dengan perkataan Alvin. Mata Alvin membesar

"hah? e.. emang gue ngomong apaan?" tanya Alvin gugup

"hhh? nggak kok,  gak penting juga kayanya" kata Sivia. Alvin hanya garuk garuk kepala. Tiba tiba angin malam berhembus (?)

"hhh. dingin banget ya. hfttttt" gumam Sivia sambil memeluk badannya. Alvin dengan cepat melepaskan jaket yang ia kenakan

"biar gak kedinginan lo yang pakai jaket gue" kata Alvin sambil memakaikan jaketnya ke tubuh Sivia. Cewek itu hanya memandang Alvin. Gue beruntung bisa sedekat ini sama lo, Alvin.. batin Sivia

"gapapa nih? nanti lo yang dingin" kata Sivia

"gapapa kok. kan gue cowok jadi harus kuat" kata Alvin. Sebenarnya dia juga kedinginan, angin malam menusuk di tulang. Tapi dia sok sok kuat

"hmmm iya deh yang kuat." kata Sivia tertawa

"hehe" kata Alvin. Angin berhembus lagi, sehingga pasir atau debu terbang terbangan (?)

"aww. aduduh" kata Sivia sambil megangin matanya

"kenapa vi?" tanya Alvin panik

"mata gue kelilipan" jawab Sivia.

"sini gue tiupin. mata lo di lebarin" kata Alvin sambil megang kepala Sivia, pelan pelan Alvin niup mata Sivia yang tadi kelilipan pasir. Lagi lagi Sivia cuma bisa liatin Alvin. Gue cewek paling beruntung karna bisa jadi teman lo, lebih beruntung kalau gue lebih dari sekedar teman dari lo.. Alvin, batin Sivia.

"masih perih gak?" tanya Alvin

"dikit dikit sih. thanks ya vin" kata Sivia tersenyum

"iya sama sama." tanya Alvin sambil mengggosokan tangannya karna dingin

"hmm.. Sivia, gue boleh tanya gak?" tanya Alvin ragu

"boleh kok. tanya apa?" kata Sivia

"pacar lo sekarang ada berapa?" tanya Alvin gugup. Tampak Sivia menahan ketawa

"lo ngeledek gue sebagai playgirl ya?" tanya Sivia

"enggak kok. gue cuma nanya" kata Alvin

"hmm.. pacar gue ada tiga" kata Sivia santai

"busettt.. banyak bener. si kiki termasuk ya?" tanya Alvin

"iya. tapi kayaknya beberapa hari lagi gue mau putusin semua pacar pacar gue" kata Sivia sambil menoleh ke Alvin

"loh? kenapa?" tanya Alvin bingung

"karna.. gue udah nemuin seseorang yang bener bener bikin gue jatuh cinta. dia udah bikin gue gimana rasanya mencitai orang itu sungguh sungguh." ujar Sivia

"saat gue baru pertama kali bersahabat dengan dia, rasanya beda banget. padahal kita cuma bersahabat, beda rasanya dengan gue pacaran sama kiki dan pacar gue yang lain. yaa intinya kali ini gue rasain yang namanya CINTA sungguh sungguh" lanjut Sivia panjang lebar

"hmm.. kalau boleh tau, siapa sih cowok itu?" tanya Alvin

"nanti lo juga tau kok" kata Sivia tersenyum

"sok misterius banget lo ih" Alvin ngambek

"yahhh.. jangan ngambek dong" kata Sivia sambil nyikut Alvin

"kasih tau dulu, siapa cowok itu?" paksa Alvin

"gak akan. nanti juga lo akan tau, Alvin Jonathan Sindhunataaaa!!" kata Sivia. Alvin melirik Sivia dengan tatapan jail, lalu menggelitikinya

"aaahahaha alvin geli ahaaahaha" kata Sivia sambil menahan tangan Alvin yang selalu menggelitikinya

"kasih tau dulu. siapa cowok itu Sivia Azizah?" tanya Alvin, cowok itu masih terus menggelitiki Sivia

"ahahaha.. geli alvin ahahaa.. gak akaannn" kata Sivia sambil menahan tangan Alvin

"kasih tau gaaakkk" kata Alvin sambil terus ngelitikin Sivia

"enggaaaaaaaaak ALVINN!!" kata Sivia sambil dorong tubuh Alvin. Karna tangan Alvin lagi diperut Sivia, Alhasilnya Sivia ikut ketarik jatoh bareng Alvin. Sivia nindihin tubuh Alvin. 30 detik mereka saling tatap tatapan. Alvin mendekatkan wajahnya ke arah Sivia, matanya terpejam

"upss.. sorry" kata Sivia ketika ia tau Alvin mendekati wajahnya (sambil bangun dari tubuh Alvin)

"ahh, iya gapapa" kata Alvin sambil bangun juga. Mereka saling menunduk malu

sebenarnya orang yang gue maksud itu elo.. Alvin.. batin Sivia

"ng, lo gak tidur?" tanya Alvin

"sebagai teman yang baik, gue mau temanin lo disini" kata Sivia tulus

"hmm.. tapi gue udah mau tidur. ngantung abis" kata Alvin

"ya gue juga tidur. gue duluan aja ya, bye. night my friend" kata Sivia sambil bangkit dari duduknya lalu masuk ke tenda.

Alvin bohong, dia gak mau tidur sekarang. Cowok itu masih termenung di depan Api unggun yang udah mati, tetapi masih ada percikan percikan kecil

gue bener bener beruntung punya teman kayak Gabriel Rio dan Cakka. Dan gue beruntung banget punya teman cewek kaya Sivia.. Gak tau kenapa kalau dekat dia gue selalu tenang, hati gue tentram, dan di saat seperti ini, gue kaya gak ada masalah sama sekali kalau dekat Sivia..

Sivia udah sering bikin gue tenang di saat sedih, sedangkan gue gak pernah bikin dia bahagia. Dia juga gak pernah curhat apapun ke gue tentang kehidupannya. Apa cewek kaya Sivia punya masalah? gue rasa enggak. Gue kepingin bahagiain Sivia, walau hanya sebentar.

Alvin pun kembali ke tenda untuk tidur


***

07.30 di tempat camping

"Alvin, Rio, Cakka, Gabriel. kalian ikut bapak mencari Zevana" kata pak Duta

"pak, kami boleh ikut kan?" tanya Sivia disertai anggukan Shilla dan Ify. Pak Duta tampak berfikir

"hmm.. yaudah tapi di pasangin ya, biar yang cewek gak ilang ilangan. Gabriel kamu sama bapak ya" kata pak Duta. Gabriel mengangguk

"g..gue sama lo ya vin" kata Sivia sambil berjalan di samping Alvin

"hmm.. yaudah yuk" kata Alvin sambil menggandeng Sivia. Sivia cuma senyum senyum

"ayo my princess" kata Cakka tersenyum sambil menggandeng Shilla

"ayo miss yupi" ajak Rio ke Ify

"iya Mrs. citato" kata Ify sambil gandeng Rio

~~~~~~~~~~~~

"Zevanaaaa.. lo dimanaaa" teriak semua anak yang mencari Zevana

"vin tungguin.. gue capek" kata Sivia sambil memegang lututnya

"yaudah istirahat disitu dulu" kata Alvin sambil menuntun Sivia ke bawah pohon

"sini gue pijitin biar gak capek lagi" kata Alvin sambil mengangkat kaki Sivia

"Aww aww. sakit Alvin!!" kata Sivia

"hadeh via. ini namanya bukan capek. tapi kaki lo keseleo bego" kata Alvin sambil mijitin kaki Sivia

"awwww" ringis Sivia

"tahan ya vi. gue jamin bakalan sembuh" kata Alvin. Sivia hanya mengangguk pasrah. Alvin menarik kaki Sivia yang keseleo

CKREKKK

"AWWWWWWWWWWW" teriak Sivia kesakitan

"udah enakan kan?" tanya Alvin bangga

"iya sih. tapi sakit bego" kata Sivia sambil noyor Alvin

"hmm.. yaudah yuk lanjut cari Zeva.." kata Alvin nuntun Sivia jalan

~~~

~pinggir Jurang~

" gimana ini, udah hampir 3jam kita cari Zeva gak ketemu ketemu. cuaca juga gak mendukung" kata pak Duta

"kita cari lagi pak. saha mohon" kata Gabriel

"sebaiknya kita lanjut nanti lagi" saran pakDuta

"enggak pak.. harus cari sekarang" emosi Gabriel memuncak

"tapi cari dimana Gabriel?" tanya pak Duta ikutan emosi liat tingkah Gabriel

"pokoknya harus cari se..." omongan Gabriel terhenti karna ada suara yang sangat familiar di telinganya

"ka.. Alvin.. bunda... papi..." suara itu sangat lemah dan sangat kecil. Asalnya dari bawah jurang

"pak.. pak.. itu.. itu suara Zevana pak" kata Gabriel. Gabriel mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya. termasuk ke bawah jurang

"astaga.. ZEVANA! pak itu zeva pak" kata Gabriel heboh sambil menunjuk Zevana yang sudah pingsan

"yatuhan.. cepet kebawah Gabriel." suruh pak Duta. Gabriel dan pak Duta pun langsung meluncur (?) ke bawah jurang

"Zee.. zee bangun ze" lirih Gabriel sambil memangku tubuh Zevana dan menepuk pipinya pelan

"sebaiknya kita langssung ke perkemahan ambil kunci mobil untuk di bawa ke rumah sakit" kata pak Duta

"iya pak secepatnya! telfon Alvin juga pak" kata Gabriel

"pasti. ayo kita bawa Zevana" Gabriel mengangguk dan segera menggendong Zevana sekuat tenaga. sementara pak Duta menelfon Alvin

***

~TEMPAT CAMPING~

"yaampun! ZEVANA" teriak Alvin sambil menghampiri Zevana yang terbaring di dalam tenda

"zee.. lo kenapa?"

"pak! kok gak buru buru di bawa ke rumah sakit sih? GAK PUNYA AKAL APA HAH? KEADAANNYA SEKARANG LAGI GAWAT PAK!" bentak Alvin

"kami sedang menunggu ambulance Alvin! bapak mohon kamu tenang!" tegas pak Duta

"tenang vin" kata Sivia sambil mengusap punggung Alvin

"Zee.. lo harus kuat ya.. adik gue itu kuat! gak lemah" tegas Alvin yang melihat adik tersayangnya itu

NINUUNGNINUNGNINUNG (?) *suara ambulance*

"cepettt cepet lelet banget sih" bentak Alvin pada perawat RS yang gotong Zevana.

Alvin Gabriel Sivia ikut di mobil ambulance. Sedangkat teman teman lain seperti Ify Rio Cakka Shilla ikut di mobil pak Duta. dan sangat amat terpaksa.. camping kelas 12.3 di batalkan.

~Salah satu RS ternama di Jakarta~ 12.30 Siang



"zee lo harus kuat zee! lo gak boleh lemah" kata Alvin tegas menggenggam tangan Zevana yang lagi di ranjang RS (?) *gue kagak tau namanya apaan-__- yang kaya tempat tidur loh terus kaya trolley juga-_- tapi setau gue namanya ranjang RS._.*


"mohon semuanya tunggu di ruang tunggu dulu" kata suster menahan Alvin Gabriel Sivia yang mau masuk 


Semua pun menunggu di depan UGD. Semua pada resah, terutama Alvin yang notabenenya kakaknya Zevana


"Alvin, kamu sudah telfon orang tua kamu?" tanya pak Duta


"belum pak. saya kabarin dulu ya" pamit Alvin


"vin, gue ikut" kata Sivia sambil menggenggam tangan Alvin. Alvin hanya tersenyum miris


~Lobby RS~


"halo Alvin. ada apa?" tanya papi di telfon


"pi.. papi janji gak marah sama Alvin ya" kata Alvin gugup. kadang terdengar isakannya


"kenapa Alvin? apa yang terjadi? kamu menangis? kenapa?" tanya papi bertubi tubi


"Zevana.. zevana jatuh dari jurang pi" jawab Alvin lemas


"APA??" papi kaget. dengan cepat Alvin memutuskan sambungan telfon

"gimana?" tanya Sivia ragu

"kaget"

"yaudah mending kita balik ke UGD" kata Sivia. Alvin mengangguk

~~~~

Alvin dan Sivia duduk di kursi yang tersedia di depan UGD. Gabriel dari tadi mondar mandir di depan pintu UGD. pak Duta sudah balik ke sekolah karna ada urusan. Rio Ify Cakka Shilla lagi di kantin RS.

"Alvin....." panggil bunda Uchie menangis sambil memeluk Alvin

"Bundaa.." Alvin membalas pelukan bunda. tiba tiba Papi melepas pelukan mereka berdua dengan kasar

PLAKK *papi nampar Alvin*


"KAKAK MACAM APA KAMU HAH? JAGAIN ADIK SENDIRI GAK BISA?" emosi papi Exel. Alvin hanya menunduk sambil memegangi sudut bibirnya yang berdarah


"pii sabar" kata Bunda


"kalau jadi gini kejadiannya!! papi gak akan izinin kamu sama Zeva ikut camping" emosi papi exel menurun


"maafin Alvin pi. alvin mohon papi jangan benci Alvin" kata Alvin sambil berlutut di kaki(?) papi. Bunda dengan cepat membangunkan Alvin untuk berdiri


"jangan bodoh" kata Bunda


"lebih baik kamu pergi, Alvin!" suruh papi


"tapi..."


"PERGII" bentak papi. Alvin pun melangkahkan kaki menjauh dari ruang UGD diikuti Sivia


"papi jangan gitu" lirih bunda


"anak itu udah keterlaluan!" papi melihan Gabriel yang mondar mandir


"Gabriel" panggil papi. Gabriel menoleh


"apa yang sebenarnya terjadi? mengapa bisa sampai seperti ini?" tanya papi


"saya juga gak tau om. Alvin gak mau cerita. katanya itu bisa buat dia gila" kata Gabriel. papi hanya mengangguk


~~~~

"gue gagal vi!! gue gagal!!" kata Alvin lemas sambil terduduk di koridor rumah sakit yang sepinya kaya kuburan (?)


"gak vin! bokap lo gak akan benci! itu cuma sesaat!" kata Sivia. Alvin terus mengeluarkan air matanya. ia merasa menyesal sekali akan hal ini


"gue mohon jangan nangis vin. gue gak suka" kata Sivia sambil menghapus air mata Alvin. Alvin langsung memeluk Via


"thanks vi. disaan kaya gini lo udah tenangin gue. sedangkan gue cuma bisa bikin lo repot" kata Alvin


"gak vin. gue seneng bantu lo" kata sivia sambil membalas pelukan Alvin



~~~~


"dok, bagaimana keadaain putri saya?" tanya papi ketika dokter kuar dari ruang UGD


"ada sobekan dibagian perut Zeva, mungkin saat ia jatuh dari jurang tertusuk benda tajam. itu harus segera di oprasi. tapi hanya ada dua kemungkinan" kata dokter


"apa itu dok?" tanya Bunda


"kalau oprasi berhasil Zevana selamat. kalau oprasi gagal.. Zevana akan kehilangan nyawanya" jawab dokter. tampak bunda cemas begitu juga papi. Gabriel apalagi


"lakukan dok!" ujar papi tegas. Dokter mengangguk


"permisi ada yang namanya Alvin?" tanya suster yang keluar dari ruang UGD


"ada apa sus?" tanya Gabriel


"pasien terus menerus memanggil nama Alvin. ada yang namanya Alvin?" tanya suster sekali lagi


"om.. biarin Zeva ketemu Alvin. biar Zeva yang jelasin semuanya" mohon Gabriel. papi exel hanya mengangguk pelan. Gabriel segera menelfon Alvin. 


ketika mendengar omongan Gabriel di telfon, Alvin dan Sivia langsung ke UGD


~UGD~


"Zee.. ni gue Zee lo kuat ya.. adik gue gak lemah" kata Alvin lirih. Zevana tersenyum


"kak jangan nangis ya.. kalau gue udah sembuh gue boleh yah naik ninja lo. dari dulu gak dibolehin mulu" kata Zevana lemas sambil tertawa pelan karna dia bagian perutnya sangat sakit


"lo harus janji lo harus sembuh" kata Alvin. Zevana hanya tersenyum. pandangannya beralih ke bunda


"bundaa" panggil Zevana


"iya Zee... apa yang sakit nak?" tanya bunda sambil menangis


"Zeva bisa tahan sakit yang zeva rasa bun. tapi zeva gak tahan liat bunda nangis kaya gini. bunda nangis zeva juga nangis. jangan nangis lagi yah" kata Zevana lembut sambil menghapus air mata bunda


"zevaaa..." lirih bunda


"bunda mau Zeva sembuh dan gak sakit kan? makanya bunda harus janji sama Zeva gak boleh nangis lagi. kalau bunda nangis yang ada zeva makin drop" kata Zeva lemas


"iya bunda janji. zeva juga janji harus sembuh yah" kata bunda


"zeva gak janji ya bun. tapi zeva pasti berusaha kuat yah" kata Zevana tersenyum. bunda semakin terisak


"papi juga jangan marah sama kak Alvin. kak Alvin gak salah kok. zeva yang salah. kak Alvin udah bilang sama Zeva biar gak jauh jauh, tapi zevanya jauh jauh" kata Zeva ke papi


"iya iya papi gak marah kok sama kak Alvin" kata papi tersenyum


"pelukan dulu" minta zevana manja. papi langsung memeluk Alvin. ia sudah merasa bersalah karna sudah menuduh dan memarahi Alvin


"maafin papi vin" kata papi


"iya pi gapapa kok." kata Alvin tersenyum


"kak gabriel jangan nangis juga yah." kata Zevana. Gabriel hanya tersenyum

"ka via.. kalau misalnya kak Alvin nakal jewer kupingnya aja. nanti langsung nurut" kata Zeva. Sivia tertawa kecil

"iya Zee.. kamu harus sembuh ya" kata Sivia tulus


"semua.. doain zeva ya biar oprasinya lancar" kata Zeva lemas sambil tersenyum


"pasti sayang..." kata bunda sambil mengelus rambut Zeva lembut


"sus, cepat pindahkan ke ruang oprasi" perintah dokter

"baik dok" suster suster pun langsung mendorong ranjang Zeva menuju ruang oprasi. Semua mengikutinya

di depan R. Oprasi


"bunda.. doain zeva" kata Zeva lirih sebelum dimasukkan ke ruang oprasi


semua cemas menunggu Zevana yang lagi di oprasi. Sivi menenangkan Alvin. Bunda yang nangis di pelukan papi. sedangkan Gabriel lagi lagi cemas sambil mondar mandir di ruang oprasi yang bikin Alvin pusing


"yel! lo bisa diem gak sih? gausah mondar mandir! bikin pusing" emosi Alvin


"sabar vin" kata Sivia


"sorry" Gabriel pun langsung duduk di sebelah Alvin


3jam kemudian


"dok bagaimana keaddaan putri saya?" tanya bunda ketika dokter keluar dari ruang oprasi


"kami sudah berusaha semaksimal mungkin. dan keadaan Zeva....."


~BERSAMBUNG~



Sabtu, 12 Februari 2011

Sister and Brother - Love - Friendship. part4 (cakShill jadian!!)

MALAM DI RUMAH SHILLA 06.30

Shilla diam di depan meja rias sambil menatap wajahnya di cermin. Bingung mau pakai baju apa untuk dinner sama Cakka. Shilla hanya memakai kaos polos dan hotpants. Tiba tiba ada yang buka pintu kamar Shilla. Shilla menoleh

"loh mamah.. kok udah jalan? emang udah sembuh?" tanya Shilla sedikit khawatir. Mama Shilla hanya tersenyum

"udah mendingan kok. kamu mau pergi ya?" tanya mama Shilla

"i..iya mah.. tapi kalau mama masih sakit shilla di rumah aja" kata Shilla

"gak boleh gitu. kamu pergi aja" kata mama Shilla sambil tersenyum

"mama gak papa sendirian dirumah? kalo terjadi apa apa gimana?" tanya Shilla

"mama udah baikan kok. kamu mau pergi jam berapa?" tanya mama Shilla

"kalo temen Shilla udah dateng Shilla mau langsung pergi, tapi dia mau nengokin mama dulu sebentar" jawab Shilla

"yaudah. sini mama dandanin" kata mama Shilla sambil beranjak ke arah meja Rias

"yah mama shilla mo di apain?" tanya Shilla panik

"udah kamu diem aja, mama bakal bedah kamu jadi cinderlella" kata mama Shilla sambil tersenyum

20menit kemudian

"selesai deh" kata mama Shilla. Shilla membuka matanya

"WOW" Shilla kaget melihat dirinya saat ini. Shilla memakai dress putih 5cm diatas lutut. highheels bening dan di tambahkan jepit rambut putih menghiasi rambut hitamnya. Make-up yang tidak terlalu heboh dan tebal tetapi terlihat cantik. PERFECT..

"anak mama cantik sekali" kata mama Shilla kagum

"aaaa mama bisa aja" kata Shilla malu malu

"hmmm, kamu mau dinner sama pacar yah?" tanya mama Shilla jail

"apasih mamah. orang cuma temen kok" kata Shilla

"hmm yaudah deh" kata mama Shilla sambil tertawa kecil

TIN TINNN..

"tuh kayaknya udah di jemput sama pangerannya" kata mama Shilla

"ish.. temen mamaaaahh-_-" kata Shilla

"yaudah yuk ke bawah" kata mama. Shilla dan mamanya pun langsung turun ke lantai dasar(?) rumahnya. Terlihat Cakka yang sedang di sofa ruang tamu rumah Shilla

"Cakka..." panggil Shilla. Cakka menoleh. Tidak ada sepatah katapun terlontar dari bibir seksi Cakka(?) *bahasa gue-_-*. Cakka cuma cengo ngeliat Shilla cantik banget

"Shilla.... lo cantik banget malam ini" gumam Cakka yang masih cengo. Shilla tersipu malu

"ouhh... jadi selama ini gue gak cantik gituu?" tanya Shilla mancing Cakka

"lo cantik setiap saat Shilla.. tapi ini paket special buat guee" kata Cakka

"lebay banget lo  cak" kata Shilla sambil nyubit pelan lengan Cakka

"malam tante" sapa Cakka ramah sambil mencium tangan mama Shilla

"malam.. Cakka yah?" tanya mama Shilla lembut

"iya, hehe. oiya ini buat tante" kata Cakka sambil mengambil sebuklet buah buahan segar yang di tata rapi lalu riserahkan ke mama Shilla

"makasih ya Cakka.." kata mama Shilla sambil mengambil buklet buah buahan

"udah sembuh tante? kata Shilla tante lagi sakit" kata Cakka

"udah mendingan kok" kata mama Shilla sambil tersenyum

"ouh.. Cakka pinjem anaknya dulu ya tante" kata Cakka

"sok atuh boleh banget hehe" kata mama Shilla

"yaudah ya mah Shilla pamit dulu" pamit Shilla sambil mencium tangan mamanya diikuti Cakka

"hati hati yaa.. Cakka jagain Shilla ya.." kata mama Shilla

"pasti tante :)"

***

 KAMAR ALVIN pada waktu yang sama

"heh Zee..  emangnya lo udah siap barang barang buat besok? heh? asik asikan maen lagi" kata Alvin lemes sambil masukin bajunya ke tas camping

"gue mah udah dari tadi pulang sekolah. emang gue elo? kerjaannya main PS mulu" kata Zevana dengan posisi tiduran sambil mainin laptop di tempat tidur Alvin

"gausah nyindir dong-_________-" kata Alvin

"eh nama facebook nya kak gabriel apa?" tanya Zevana

"cari di friend gue aja. search gabriel stevent damanik" kata Alvin sambil tengkurep (?) di samping Zevana

"WAW!" ucap Zevana sambil liat profile picture Gabriel yang fotonya ada Alvin Cakka Rio Gabriel

"ini elo kak?" tanya Zevana sambil nunjuk cowok sipit jangkung tapi badannya atletis (?) (^O^)//

"iyalah. gantengkan?" tanya Alvin pede

"biasa aja sih. mata lo kaya abis di patok ayam wkakak" Zevana ngakak

"enak aja-__________-" kata Alvin bete

"oppa, Sivia-onnie neun ippeujyo? (kakak, Kak Sivia itu cantik ya?)" tanya Zevana pake bahasa korea. Memang beberapa tahun lalu keluarga Sindhunata pernah tinggak di korea selama 6tahun. Jadi bahasanya masih keinget

"mwo? (apa?)" tanya Alvin kaget "aniya! (nggak)" jawab Alvin boong *ciee-_-*

"wae geureohke mudnyagu? (kenapa nanya gitu?)" tanya Alvin. Zevana hanya cekikikan melihat wajah kakaknya yang menurutnya berbohong

"nggak. nggapapa kok. haha" kata Zevana. Alvin hanya membuang nafas lega

***

makanan makanan lezat sudah ada di depan Shilla dan Cakka. Mereka menikmati masakan itu dengan nikmat. Belum habis makanan Cakka tapi udah di taro dipinggir meja

"lohh? kok gak diabisin?" tanya Shilla bingung. Biasanya kalo Shilla sama Cakka lagi dinner atau lunch, makanan Cakka selalu habis

"udah kenyang aja" kata Cakka. Shilla hanya mengangkat Alis dan menyingkirkan makanannya juga

"gimana buat pencuci mulut kita makan cake?" tanya Cakka

"boleh" kata Shilla sambil tersenyum. Cakka langsung memesan cake chocolate

10menit kemuadian, pelayan membawa 2 cake berukuran mini tapi lezat. Cake Shilla berbeda dengan Cakka. Tulisan di atas cake itu membuat Shilla kaget. Tulisan dibentuk dari krim putih.

GIRLFRIEND?. Shilla bingung dengan tulisan itu. Terlihat wajah Cakka yang santai namun sebenarnya cemas (?) takut di tolak Shilla.

"Shilla.. gue menunggu jawaban" gumam Cakka tapi terdengar oleh Shilla

"lo mau gue jawab apa?" tanya Shilla-_-

"-__- lo idiot shill. dimana mana cowok nembak cewek itu minta jawaban ya pasti di terima lah oon!" jawab Cakka bete

"gue mau kok" jawab Shilla cepat

"serius?" tanya Cakka gak percaya

"gue bercanda!-__- ya serius lahhh Cakka Kawekas!" jawab Shilla males

"huaaah makasih yah sayangggg" kata Cakka sambil nyubit pipi Shilla

"iiii sakit cakduttt" kata Shilla sambil ngelepasin tangan Cakka dari pipinya

"hehe.  jadi sekarang kita resmi jadian :D" kata Cakka senang

"etss.. tunggu dulu. meskipun detik ini lo udah resmi jadi cowok gue, perjanjian kita yang lo jadi babu gue seminggu gak gua cabut loh!" kata shilla

"hmmm... anything for you.. my prince" kata Cakka lebay. Shilla cuma cekikikan

'malam ini gak akan gue lupain seumur hidup' batin Cakka dan Shilla bersamaan.

***

06.30 diRumah Alvin @mejamakan

"pagi bunda, papi, kak Alvin" kata Zevana nyengir sambil duduk di samping Alvin

"semangat banget mba, ono opo?" tanya Alvin heran

"ora. kan sekarang camping!! hehe" jawab Zevana nyengir sambil ngolesin roti pake selai strobery

"oiya pi, nanti anterin Alvin sama Zevan ke sekolah ya" kata Alvin

"kenapa gak bawa motor aja?" tanya papi heran

"kan campingnya nginep, masa motor ditinggal di sekolah?" kata Alvin

"hmm.. yaudah berangkat sekarang aja" kata papi sambil berdiri

"yah pi rotiku belom abis" kata Zevana sambil ngangkat rotinya

"udah makan di mobil aja" kata Alvin

"yowudoh bon zwevwa pworgwi dwolwu ywoo" kata Zevana dengan mulut penuh sama roti sambil cium tangan bunda dan cipika cipiki setelah itu ngacir ke mobil. *pembaca cengo ye zeva ngomong apa?-_- 'yaudah bun zeva pergi dulu ya'."

"Alvin pamit juga bun" kata Alvin sambil cium tangan terus cipika cipiki

"iya. jagain Zeva ya" nasihat bunda

"sip" kata Alvin seraya ngacir ke mobil

"papi pergi dulu ya" pamit papi

"iya hati hati ya, jangan ngebut ngebut bawa mobil" kata bunda sambil cium tangan papi

"iya papi pergi dulu yah. muah(?)" kata papi sambil nyium kening bunda *cie-_______-*

@mobil

"oiya Ze, kemaren gue udah izin sama kepsek biar lo gabung sama kelas gue. dan gue bisa gampang jagain lo nya" kata Alvin sambil menghadap ke belakang. Mata Zevana membesar

"hah? ga asik ah. masa gue tanpa temen temen sih?" tanya Zevana manyun

"nanti lo gabung sama Sivia sama temen temennya aja. nanti gue bilangin dia" kata Alvin sambil ngitungin mobil mobil yang lewat di jalanan (rajin banget!!-____-)

15menit kemudian di depan SMA Pusaka

"pi alvin pamit yaa" kata Alvin sambil cium tangan papinya

"jangan lupa jagain Zeva ya vin" pesan papi

"Zeva juga ya pi" kata Zevana sambil cium tangan papinya

"jaga diri ya Zee" kata papi sambil mengecup (?) kening Zevana

"oke deh" kata Zevana . Setelah Zevana Alvin keluar dari mobil, mobil papi Exel langsung melaju ke kantornya

"hey vin ze" sapa Sivia sambil tersenyum

"hey kak" sapa Zevana balik

"kok sepi sih vi? kelas 10 pada kemana?" tanya Alvin bingung

"kelas 10 11 udah jalan duluan, tinggal kelas 12 yang belom jalan garagara nungguin lo berdua" kata Sivia

"wow. amazing" kata Alvin lebay

"lebay mulai kakak gue" kata Zevana

"oiya vi, nanti adek gue setenda sama lo boleh kan?" tanya Alvin

"boleh kok, boleh banget. makin rame makin seru" kata Sivia senang

"makin rame makin sempit kak" kata Zevana

"hhaha bisa aja-_-" kata Alvin

"yaudah buruan masuk bis" kata Sivia. Alvin Zevana dan Sivia pun langsung naik ke bis

Akhirnya Zevana duduk sama Sivia, Alvin duduk sama Gabriel.

"hai Zee" sapa Shilla dari depan Zevana dan Sivia duduk

"hai kak" sapa Zevana ramah

~Alvin Gabriel Cakka Rio~

"guys, gue punya kabar gembira!!!" kata Cakka heboh

"apaan?" tanya Alvin lemes sambil senderan kadang matanya merem soalnya ngantuk

"gue..." kata Cakka sok misterius

"lo kenapa?" tanya Rio yang mulai serius

"gue jadian sama..."

"lo jadian sama siapa?" tanya Gabriel serius

"gue jadian sama S..." kata Cakka gantungin kalimatnya

"aha!! gue tau! lo jadian sama pembokat gue kan? ahaha gue udah tebak tuh si Surti kemaren senyum senyum sendiri, kirain gue dia udah gila ternyata jadian sama lo haha" kata Alvin senang

"wahh. congrats yah Cak udah jadian sama ratu pede" kata Gabriel ikut senang

"gue juga Cak! gak nyangka selera lo yang gituan! salut gue" kata Rio sambil meluk Cakka bak seorang sahabat

"iiishhhh lo semua apa apaan sih? gue itu jadian sama Shilla bukan sama Surti, oon" kata Cakka bete sambil ngelepasin pelukan Rio kasar

"SHILLA?" kaget Rio Alvin Gabriel

"he'eh. makanya jangan negative thinking lu semua. masa gue jadian sama surti?-_____-" kata Cakka bete

"hebat lo bray bisa jadian sama salah satu princess sekolah" kata Rio salut

"hemm gue gitu" kata Cakka bangga

"ngomong ngomong lo pedekate sama Ify gimana yo? lancar atau tersumbat sama sampah?" tanya Alvin

"Ify susah banget di ajak pedekate" jawab Rio lemes

"kasihan baby ku bala laba uhh" kata Cakka lebay sambil nyubit kedua pipi Rio

"iiii apaan sih lo ish" kata Rio kesal sambil menyingkirkan tangan Cakka

"hmmm, sekarang tinggal lo berdua" kata Cakka sambil nunjuk Alvin dan Gabriel

"gue?" tanya Alvin Gabriel bingung

"ya elo lah, masa surti?" tanya Cakka bego

"lo mah surti mulu" kata Alvin

"nggak kok gue lagi gak deket sama cewe. yagak vin?" tanya Gabriel

"iya. gue juga enggak" kata Alvin

"yaudah, yo gue kasih jurus ampuh buat lo biar ify nemplok sama lo. mau gak?" bisik Cakka

"mau mauu. apaan apaan?" tanya Rio. Cakka dan Rio pun langsung bisik bisik gaje

"hmm, vin gue tau tadi lo bohong, haha" kata Gabriel

"bohong apanya?" tanya Alvin bingung

"lo sebenernya udah punya gebetan kan?" tanya Gabriel penuh selidik

"hah/ enggak kok enggak suer" kata alvin gugup

"gausah bohong sama gue. terus kalo lo gak ada gebetan, sivia itu siapa lo?" tanya Gabriel yang sukses buat mata Alvin melotot

"Si..sivia? dia cuma temen gue kok, bukan gebetan!" kata Alvin cepat berbalut gugup (?)

"ooo, gitu yah?" tanya Gabriel menggoda

"iya Gabriel Stevent Damanik! terus kalo lo? lo juga ada gebetan kan?" tanya Alvin

"nggak, gue gak ada gebetan" sekarang gantian Gabriel yang gugup

"amasa? terus adik gue itu bukan gebetan lo gitu?" tanya Alvin

"nggak, gue cuma nganggep dia adik kok" kata Gabriel yang udah mulai keringet dingin

"amasa? gue waktu kemaren liat lo di kantin sama Zevana, uhh cocwitt" kata Alvin lebay

"apaan sih lo, kemaren tuh gua sama dia cuma ngobrol doang di kantin" kata Gabriel sedikin membentak tapi bercanda kok.

"diem woy bacot" kata Daud sambil nimpukin sepatunya ke Gabriel

"nyantai dong areng" kata Gabriel sewot

"gara gara lo gue gak jadi dicium Jupe kan! ashh sialan lo yel babik" kata Daud gak nyante

"yaudah gih sana lo ke pangkalan jupe, banyak jupe disana" kata Gabriel langsung duduk lagi di samping Alvin. Daud juga langsung tidur melanjutkan mimpinya

"wahahaha" Alvin ketawa

"dasar tu areng tingkat akhirat" dumel Gabriel

"parah lo yel, haha. biarpun areng tingkat akhirat kan dia ciptaan Tuhan" kata Alvin

"oiya. maafkan hambamu yang ganteng ini Tuhan, karna sudah mengejek ciptaanmu" kata Gabriel lebay

"alay" kata Alvin sambil noyor Gabriel

Selama perjalanan ke puncak ada yang tidur, ada yang dengerin lagu, ada yang ngobrol dan juga ada yang lagi pacaran. Salah satunya si new couple CakShill, tapi mereka pacarannya lewat SMS._.

2jam kemudian

"huahh akhirnya sampai di tempat tujuan" kata Alvin senang

"ayo anak anak, turunnya hati hati yah" kata pak Dave sambil mengam pompom cheers (?)

'wkwk dasar tuh guru bancinya kagak ketulungan" gumam Cakka ngakak

semua murid kelas 12.3 pun langsung turun dari bus dan membangun (?) tenda masing masing kelompok

"gileee capek juga diriin tenda ya" kata Gabriel sambil duduk di bawah pohon

"iya, capek banget" kata Alvin sambil ngelap keringetnya pake baju

"KA ALVIN! bantuin gue diriin tendaa!! dari tadi gue udah berhasil diriin ni tenda tapi jatoh lagi jatoh lagi, hadooh" kata Zevana heboh

"yaelah, yaudah, yel bantuin gue" kata Alvin

10 menit kemudian

"CAPEKK" keluh Alvin

"emangnya si Shilla Ify Sivia pada kemana sih Ze? kok gak bantuin lo?" tanya Cakka

"mereka lagi pada maen air di sungai sana tuh, tadinya gue di ajakin, tapi gue mau diriin tenda dulu tapi kagak bisa bisa" kata Zevana

"HAH? MAIN AIR?" kaget Alvin Gabriel Cakka Rio

"wahh, bau bau mesum nih" kata Zevana sambil ngendus ngendus gaje

"eh Zee. mereka mandi kagak?" tanya Rio antusias

"taudeh. kesana yok?" ajak Zevana

"AYOK" jawab Alvin Rio Cakka semangat kecuali Gabriel

@Sungai

"iWAW" respon Alvin Rio Cakka Gabriel

"dasar otak mesum yaaa" kata Zevana sambil menjewer telinga Alvin dan Gabriel sedangkat Rio dan Cakka bersyukur karna gak di jewer Zevana. Maklum lah, jeweran Zevana itu sakit banget, berasa di jewer setan kesurupan

"adududuhh sakit zee, haduh" ringis Alvin dan Gabriel. Setelah Zevana puas, cewek itu langsung melepas jeweran ke kakak kakak itu. Gabriel dan Alvin bertatapan setelah itu langsung menatap tajam Zevana

"upss. huaaaaaaaaa" teriak Zevana langsung lari

"heh tunggu looo" kata Alvin Gabriel sambil ngejar Zevana. saking kencengnya Zevana lari, dia jadi jatoh ke air

BYURR

"huahahahaha mampus lo Zee!! hahaha" tawa Gabriel dan Alvin. yang paling ngakak si Gabriel. merasa gak terima, Zevana langsung narik kaki Gabriel, alhasilnya hatoh dah wahaha-_-

"ahahaha jatoh juga lo yel ahaha" tawa Alvin. Sivia langsung nyeburin Alvin

"ahaha mampus lu" kata Sivia yang udah basah kuyup gara gara daritadi main air

"iiii viaaaa" kata Alvin sambil nyipratin air ke Via. si Rio Cakka malah ngikutan nyebur main air

Yap.. semua pada senang senang pada pasangan masing masing hacim (?). AlVia ciprat cipratan air. Cakka ngegombalin Shilla, Rio yang daritadi kepleset gara gara ngejar Ify. yang paling bahagia sepertinya Zevana. kadang cewek itu ketawa sama Gabriel ciprat cipratan air.

MALAM HARI ~api unggun~

"huh kak.. kebelet viviss" kata Zevana sambil gelendotan di tangan alvin (?)

"sama Sivia gih" suruh Alvin

"ka sivia sama temen temennya udah pada tidur soalnya kedinginan gara gara tadi main air" kata Zevana

"yaudah gue ambil senter dulu" kata Alvin. Setelah itu balik lagi

"ayok, pipis dimana ini?" kata Alvin

"disitu aja deh, lo tungguin sini" kata Zevana

5menit

"huah lega" kata Zevana

"tadi kak Alvin dimana ya?" gumam Zevana sambil terus berjalan menelusuri hutan belantara(?)

"ka Alvinnnn" teriak Zevana

"kakk... ka Alvin dimanaaaa?? bunda papi zeze takut" kata Zevana yang udah mulai ketakutan. Gara gara Zevana jalan mundur, dia jadi gak liat di belakangnya ada jurang, alhasilnya...

-----------

"zeee.. LO DIMANAAA" teriak Alvin frustasi sambil duduk senderan di pohon menjulang tinggi. mungkin tadi di sungai terakhir gue ngeliat adik gue senang.. Zee lo dimana,  batin Alvin

~BERSAMBUNG~