Jumat, 21 Januari 2011

Sister and Brother - Love - Friendship. part 2

 @kamarZevana

"awww, pelan pelan dong ze.. sakitt" ringis Alvin

"ini udah pelan, emang tadi lo nganterin siapa sih?" tanya Zevana

"nganterin Sivia" jawab Alvin

"Sivia yang tadi dikantin sama lo itu?" tanya Zevana. Alvin hanya mengangguk

"terus, lo kok bisa memar gini?" tanya Zevana

"yaa.. tadi ada preman yang gangguin Sivia, langsung aja gue hajar" kata Alvin

"ohhh, bunda tau lo berantem?" tanya Zevana

"nggak, makanya jangan bilang bilang, abis itu make up in muka gue pake bedak biar gak keliatan biru birunya" kata Alvin

"ohh" kata Zevana masih sambil mengobati luka Alvin

"awww pelan dong Zee" kata Alvin sambil megangin tangan Zevana yang dibibirnya

"udah pelan dari tadi. nih lo obatin ndiri aja kalo gak mo sakitt" kata Zevana sambil menekan waslap ke luka Alvin dan langsung keluar kamar

"awww aww adawwww.. dasar adik gak gunaaaaa" teriak Alvin murka

"awww, sakitt :'( bedaknya Zevana mana lagii" dumel Alvin sambil nyari nyari bedak di meja rias

"gimana makenya nih? di pegang sakitt" kata Alvin. Dengan amat sangat terpaksa dia bedakin memarnya biar gak keliatan biru biru

~MejaMakan~

"Alvin mana Ze?" tanya papi (?) Exel (?)

"dikamar" jawab Zevana datar sambil melahap makanannya

"yaudah, bunda samper dulu ya" kata bunda Uchie sambil beranjak ke kamar Alvin

"Bun, Alvinnya di kamar Zeva" kata Zevana. Bunda Uchie hanya mengangguk

"gimana tadi sekolah barunya?" tanya papi Exel

"biasa aja pi" jawab Zevana

"kakak kamu berandal gak di sekolah?" tanya papi Exel

"biasa aja pi, Alvin kan anaknya kaya banci, gak gaul dia" kata Zevana

"kamu panggil Alvin pake kak dong, gak sopan Zeee" nasehat papi Exel

"iya iyaaa papikuh tercinta" kata Zevana yang udah mulai gemes

~KamarZevana

ceklekkk *suara pintu*

"loh, Alvin kamu kenapa?" tanya bunda Uchie yang lagi liat Alvin di meja rias sambil ngolesin bedak ke sudut bibirnya

"eh bunda. Alvin gak ngapa ngapain kok" kata Alvin sambil ngambil tissue terus nutupin memarnya

"itu ngapain di tutup segala?" tanya bunda Uchie

"lagi sariawan bun" kata Alvin berbohong

"mau makan gak? nanti bunda bawain" kata bunda Uchie

"gausah bun, Alvin gak laper" kata Alvin

"yaudah, bunda ke bawah dulu" kata bunda sambil menutup pintu kamar

"huhh, untungg aja gak ketahuan" gumam Alvin sambil mengelus dada

"hoamm... dari pada keluar terus memar gue ketauan, tidur sini aja deh, si Zevana biarin tidur diluar haha" kata Alvin langsung tepar di kasur

10menit kemudian. Cklekk..... suara pintu

"yahh cina glodok tepar. kaa bangun kaaaaaaaaaak!!!!" teriak Zevana pas di telinga Alvin. Tapi Alvin tetep aja gak bangun

"dasar kakak nyusahinn" dumel Zevana lalu keluar dari kamar sambil gebrak pintu. BRAK...

"lohh, kok gak bobo zeze sayang?" tanya bunda Uchie

"itutuh bun, si Alvin tidur di kamar Zeva" kata Zevana kesal

"yaudah kamu tidur di kamar Alvin aja yah" kata bunda. Zevana hanya mengangguk

***

keesokan harinya @RumahCakka

"aku siappp" oceh Cakka gak jelas sambil nyisir di depan kaca

"gue ganteng banget sih" kata Cakka narsis "bener bener gue kaya adiknya JB beneran" lanjutnya

'baby baby baby oooo like...' handphone Cakka berdering

~SHILLA~  < itulah yang nama yang tertera di layar handphone Cakka

"morning Shilla :) tumben nih pagi pagi nelpon" kata Cakka

"CAKKAAA!! GIMANA SIH LO KATANYA MAU JEMPUT GUE DI RUMAAHH" teriak Shilla di telpon. Saking kencengnya Cakka sampe jauhin handphonenya dari telinga

"oiya lupa sorry ya shill, ini lagi otw ke rumah lo ya ya" kata Cakka yang udah mulai ketakutan

"BURUAN!" kata Shilla sambil memutuskan sambungan telefon

"apa jadinya kalau Shilla jadi pacar gue? tunangan gue? apa mungkin, istri gue? :') terima nasib jadi adiknya JB (kagaknyambung-,-)" kata Cakka sambil make tas ranselnya, kunci motor, tancap gas ke rumah Shillaa

 ~RumahAlvin~

"bun, Zevana mana?" tanya Alvin di meja makan

"astaga.. Zevana masih tidurrrr" kata bunda kaget

"waduhh, dikamar Alvin dia bun?" tanya Alvin

"iya, bangunin vin!!" suruh bunda

~kamarAlvin~

"zee.. bangun zeee.." kata Alvin sambil mengguncang tubuh Zevana

"ngantukkk.. hoamm" kata Zevana sambil nutupin mukanya pake bantal

"zee. banguuuuuunnnn" kata Alvin sambil narik kakinya Zevana. Sampe sampe Zevana jatoh ke lantai (parah)
BRUKK

"Awwwww. ALVIN BEGOO! KELUAR LOO!" teriak Zevana. Alvin yang lagi ngakak jadi ketakutan lalu keluar kamar

"gilaa gue punya adik kaya singa berbalut kebo (?) ckck" kata Alvin sambil berjalan ke arah meja makan

"udah bangun vin?" tanya papi Exel

"udah, paling lagi mandi" jawab Alvin

30menit kemudian

"haaaa buunnn, zeze telat zeze telattt" heboh Zevana sambil ngambil roti terus diolesin selai coklat. Pas Zevana mau masukin roti, tiba tiba Alvin ngambil roti Zevana

"gak ada pake sarapan!! udah telat ini udah jam tujuhh" kata Alvin

"ahh! yaudah,, bun pi Zeva berangkat yah" kata Zeze

***

"yahh kita telat kaak" kata Zevana panic

"mampus" Alvin cengo

"pak jangan ditutup dong" kata seorang cewek yang kayaknya telat juga. Tapi si pak satpam gak denger, soalnya lagi tidur.. Zzzz-,-

"lohh, Sivia? lo telat juga?" tanya Alvin kaget

"iya, haduhh gimana nih" kata Sivia panic

"woy kak, lewat sinii" kata Zevana yang udah ada di atas gerbang. Tapi si Alvin dan Sivia gak liat Zevana

"lah.. mana orangnya?" tanya Alvin bingung

"woyy, gue disini cina glodok" kata Zevana sambil nimpukin batu kerikil ke kepala Alvin

"astaga Zevana... turun lo turunn!! nanti lo jatoh begoo" kata Alvin

"ish, lo mau masuk gak sih? udah naik aja" kata Zevana

"yaudah, Vi, lo duluan deh yang naik" kata Alvin sambil bungkukin badannya. Maksudnya biar Sivia naik ke punggungnya

"jangan ngintip lo ya" kata Sivia yang udah nyiapin ancang ancang (?) buat naik ke punggung Alvin

"yee. gak guna banget gue ngintipin lo" kata Alvin " udah buruan" lanjutnya. Sivia langsung naik ke punggung Alvin terus naik lagi ke atas gerbang. Alvin juga naik ke atas gerbang

"nahloo, ini gimana turunnya??" kata Sivia panic

"kak, gue naik kagak bisa turun, gimana dong ini? hadoohh" kata Zevana ikutan panic

"yaudah gue duluan yang turun" kata Alvin lalu lompat ke bawah

"Sivia, buruan lo duluan turun, lo kan endut" kata Alvin ngakak

"sialan, gue gak bisa turun Alvinnnn" kata Sivia gemes

"udah lo lompat aja. nanti gue tadangin" kata Alvin yang udah siapin ancang ancang buat nangkep (?) Sivia

"awas kalo gue sampe jatoh" kata Sivia sambil lompat ke bawah.HAP!! Pas Sivia melek, yang dia liat pertama kali mukanya Alvin yang jaraknya tinggal beberapa senti lagi. Yap!! Sivia udah di tangkep (?) sama Alvin

'astaga... Alvin.. lo ganteng banget'  batin Sivia

'Sivia cantik juga... yaampun, apa apaan sih lo vin, sadar sadar' batin Alvin

"yaampun, gue masih hidupkan? makasih ya tuhan" kata Sivia lebay sambil turun. Alvin cuma tersenyum memandang Sivia

"KAK! GUE GIMANA???" teriak Zevana murka yang udah garing di atas gerbang

"oiya lupa, buruan lu turun" kata Alvin. Zevana yang udah siap ancang ancang buat lompat tiba tiba ada yang manggil

"ZEVANA!! kamu ngapainn??" tanya pak Dave

'mampus gue' batin Zevana

"hehe hai pak, ini mau turun pak" kata Zevana sambil lompat ke bawah, terus Alvin tangkap

"KAMU ZEVANA! bapak hukum!! kamu lari selama 30menit, dan sisanya kamu hormat bendera sampai jam istirahat!!" kata pak Dave

"serius pak? yaudah saya mau" kata Zevana. Pak Dave yang bingung langsung ninggalin Zevana Alvin Sivia ruang guru

"Zee.. kok lo mau sih?" tanya Sivia

"soalnya ada pelajaran matematika kak, hehe" kata Zevana nyengir

"emang kalo ada math kenapa?" tanya Alvin

"gue belum ngerjain PR kak, hehe" kata Zevana nyengir lagi

"tapi lo kan belum makan Zee" kata Alvin khawatir

"udah tenang aja deh, lo kaya gak tau gue aja. udah sana masuk kelas" kata Zevana. Alvin dan Sivia pun berjalan menuju kelas. Terlihat wajah Alvin yang sangat khawatir

"gue khawatir banget sama Zevana. nekat banget sih tu anak" gerutu Alvin

"Zevana bener bener belum makan?" tanya Sivia

"belumm"

@kelas12.3

"eh kok guru belom ada?" tanya Alvin sambil duduk di samping Gabriel

"lagi rapat, eh kok lo bisa barengan sama Sivia?" tanya Gabriel

"tadi cuma ketemu di gerbang, dia juga telat" kata Alvin

"ouhh"

***

Sudah 30 menit Zevana lari keliling dilapangan. Mukanya tampak terlihat pucat saat itu. Zevana juga harus hormat bendera sampai jam istirahat. 20 menit lagi waktu istirahat. Tapi... karna Zevana sangat lemah, Zevana jadi pingsan di depan tiang bendera. Kebetulan kelas 12.3 alias kelas Alvin pas di depan lapangan, Gabriel yang melihat Zevana pingsan langsung berlari ke lapangan

"yel, lo mau kemana??" tanya Alvin

.....

"zee.. bangun zee.." kata Gabriel. Dengan cepat, Gabriel menggendong Zevana ke UKS

"vin, mending lo beliin Zevana nasi goreng atau roti sama air putih" suruh Gabriel Alvin mengangguk

sesampainya di UKS, Gabriel langsung mengambil minyak kayu putih dan di taruh di depan hidung Zevana. Zevana mulai sadar

"kak" panggil Zevana sambil berusaha bangun

"udah lo tiduran aja" kata Gabriel

"ka Alvin mana?" tanya Zevana

"lagi beliin makanan buat lo. tadi kenapa lo bisa dihukum sih?" tanya Gabriel

"tadi kan gerbang di tutup, yaudah gue manjat gerbang aja, eh malah ketauan pak Dave" kata Zevana

"dasar anak kecillll" kata Gabriel sambil mencubit pipi Zevana

"sakittt u,u" kata Zevana sambil megangin pipinya

"Zevana... udah sadar lo" kata Sivia yang baru datang

"iya kak, hehe. ada apa?" tanya Zevana

"gapapa. gue khawatir aja" kata Sivia

"hehe, jadi malu di khawatirin sama cewek cantik hehe" kata Zevana nyengir

"jangan ngomong gitu Zee.. nanti Via bisa ngefly" kata Gabriel. Sivia mencubit lengan Gabriel

"peace.. hehe" kata Gabriel

"Alvin mana sih? laper gue kak" kata Zevana sambil meremas perutnya. Tiba tiba Alvin datang dengan membawa 1 botol aqua dan 1 kotak nasi goreng

"nih makan Zee.." kata Alvin sambil menaruh makanannya di samping meja UKS

"suapin" pinta Zevana manja

"biar gue aja" kata Sivia dan Gabriel bersamaan dan tangan mereka sambil berpegangan karna mengambil kotak nasi goreng. 30detik mereka saling bertatapan

"ehmm, lama banget deh. mending lo makan sendiri deh Ze. manja banget lo" kata Alvin yang udah mulai panas sama adegan tadi

"dasar kakak gak guna. kan elo yang nyebabin gue jadi kaya gini" kata Zevana sambil melahap paksa sesendok nasi goreng

"kok gue?" elo tuh, dihukum malah seneng" kata Alvin

"tadi kan lo gak bolehin gue buat sarapan" kata Zevana

"iyadeh sorry" kata Alvin

~IfyRio~

"hei fy.." sapa Rio ke Ify yang lagi di kelas sambil nyari sesuatu

"hay yo" sapa Ify balik

"lagi nyari apa sih fy?" tanya Rio sambil buka bungkusan chitato

"lagi nyari jepitan rambut gue. huaaa ilang kemana yaaa" kata Ify

"warna apa?"tanya Rio

"warna pink" jawab Ify. Tiba tiba Rio tertawa

"whakakakak" Rio ngakak

"napa ngakak lu yo? bukannya bantuin" kata Ify kesel

"bentuknya kupu kupu warna pink?" tanya Rio

"kok tau?" tanya Ify bingung

"whakakakak itu di kepala lo begoo, wuahahaha" Rio masih ngakak. Ify megang jepitan yang dikepalanya abis itu nyengir

"hehe, iya ya. bego banget gue" kata Ify Rio masih ngakak, bikin Ify kesel

"udah napa yo-,-" kata Ify. Rio masih aja ngakak. Ify langsung ngambil chitato Rio abis itu pergi keluar kelas

"heeeee Ifyyyyyyyyyyyy!! CHITATO GUEEEEE" teriak Rio sambil ngejar Ify

~ShillaCakka~ @Taman

"Shilla... lo masih marah ya sama gue?" tanya Cakka

"kalo iya kenapa kalo engga kenapa?" tanya Shilla judes

"kalo iya tolong lo maafin gue" kata Cakka melas

"gue maafin lo, tapi ada satu syarat" kata shilla

"apaan?" tanya Cakka

"lo harus kasih gue hadiah yang romatis pokoknya, terus gue mau malam ini DINNER di CakShill cafee" kata Shilla sambil tersenyum

"itu doang? kecill" kata Cakka enteng

"satu lagi" kata Shilla

"apaan?" tanya Cakka

"lo harus jadi BABU gue selama seminggu. gimana?" tanya Shilla sambil tersenyum penuh arti dan memainkan alisnya

"what the kamsud? GUE? JADI? BABU? LOO?" kata Cakka gak nyante. Shilla hanya mengangguk

"apapun gue lakukan buat lo Shilla My Princess" kata Cakka lebay

"haha okee," kata Shilla

~AlvinSivia~ @kantin

"hmm, enak yah punya adik kaya Zevana. hehe" kata Sivia

"enak apaan? errrrr bisanya nyusahin" kata Alvin

"semua anak perempuan emang kaya gitu kali" kata Sivia

"tapi lo gak" kata Alvin, sedetik kemudian Alvin menutup mulutnya

"ha? apaan?" tanya Sivia yang kayaknya kurang connect

"hah? engga kok tadi kucing terbang" kata Alvin salting

"haha, ada ada aja lo, mana ada kucing terbang?" tanya Sivia ngakak

"ada kok, tadi kan gue bilang ada kucing terbang, berarti ada kucing terbang, hehe" kata Alvin

"bisa aja" kata Sivia

"eh, gue bagi no lo dong" kata Alvin

"nomor handphone gue?" tanya Sivia

"bukan! nomor rumah lo! yaiyalah nomor hanphone lo-,-" kata Alvin

"sini bb lo" kata Sivia. Alvin langsung memberikan bbnya ke Sivia. 1 menit kemudian Sivia ngasih bb Alvin

"haha, apa apaab nih, masa namanya SiviaCantik? haaha" kata Alvin

"kan emang gue cantik" kata Sivia pede

"woo dasar" kata Alvin


~BERSAMBUNG~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar