Minggu, 16 Januari 2011

Sister and Brother - Love - Frienship part1

"haduhh gue telat gue telattt" oceh Alvin di kamarnya sambil beresin buku

cklekk (suara pintu)

"vin, makan dulu yuk" ajak Bunda Uchie

"bunda duluan aja, Alvin sibuk nihh" kata Alvin

"lagian kamu ngapain aja sih semalem? sampe kesiangan gitu?" tanya bunda Uchie

"semalem Alvin nonton bola, bun. ada Realmadrid, apalagi ada Christian Ronaldo bun, hadehh jagoan Alvin" jawab Alvin

"yaudah buruan kamu turun, Zeva udah lumutan nungguin kamu" kata bunda Uchie sambil keluar kamar Alvin

"haduhh, itu adik bisanya nyusahin aja, bukannya berangkat sendiri" dumel Alvin sambil memakai tas ranselnya dan mengambil kunci motor lalu turun ke bawah

"ka.. buruan dong!! Zeva telat nanti" kata Zevana

"sabar dong, gue juga telat kali zee." kata Alvin sambil mengunyah roti

"heh! tapi gue itu anak baru!! buruan dong!!" kata Zevana sambil narik narik tangan Alvin yang lagi makan roti

"oiya, lupa, maaf ya adikku yang nyusahin" kata Alvin. Zevana manyun

"yaudah bun, Alvin berangkat ya" kata Alvin sambil mencium pipi dan tangan bundanya

"Zeva juga ya bunn" kata Zevana

"hati hati ya" kata bunda Uchie

"jangan ngebut luh" kata Zevana sambil naik di jok belakang motor Alvin

"lo gak mau telat kan, harus ngebut berarti" kata Alvin. NGENGGGG... (?)


@SMA Pusaka

Semua Siswi di SMA Pusaka hanya bisa pasrah melihat Alvin dan Zevana. Ada yang melihat Zevana dengan tatapan iri, sinis, atau semacam apalah gitu. Gabriel, Cakka dan Rio yang melihat Alvin bersama Zevana jadi penasaran, siapa sih cewe itu?

"hey vin" sapa Gabriel

"heyy"

"siapa vin?" tanya Cakka sambil menunjuk (?) ke arah Zevana

"ini adik gue Zevana" kata Alvin

"ohh, kenalin, nama gue Cakka adiknya Justin Bieber" Zevana cengo. Eh, Cakka malah dapet toyoran dari Alvin, Gabriel, Rio

"jangan percaya Ze.. dia cuma orang gila yang maniak JB" kata Rio. Zevana hanya tertawa sambil geleng geleng

"ngimpi lo cak, bangun bangunnn" kata Alvin ngakak

"eee yang ada elo tuh bangun, merem mulu tuh mata" kata Cakka

"udah udah, jadi ribut gini. ke kelas yok" ajak Gabriel. Alvin, Cakka, Rio mengangguk lalu melangkah ke kelasnya, tapi tangan Alvin di tarik lagi sama Zevana.

"hadehh, apa lagi sihh Zevana obob epenn?" tanya Alvin yang mulai gemes

"kelas gue dimana cina glodokkk?" tanya Zevana yang udah gemes

"lah? mana gue tau. lo keruang kepsek aja gih, bye" kata Alvin beranjak pergi, tapi telinganya dijewer sama Zevana

"sakit zee sakitt" kata Alvin sambil megangin telinganya yang abis dijewer sama Zevana

"ruang kepsek dimanaa?" tanya Zevana

"dasar! bisanya nyusahin aja sih lu jadi adek" dumel Alvin sambil menarik tangan Zevana ke ruang kepsek

@R. Kepsek

"misi pak, adik saya anak baru. kelasnya dimana ya pak?" tanya Alvin to the point

"Zevana Arga ya? dari Singapore?" tanya pak Kepsek

"sebenernya dia sekolah di singapore cuma 3 minggu pak, soalnya gak betah" kata Alvin. Zevana mencubit tangan Alvin. Alvin hanya meringis kesakitan

"haha, sayang dong" kata pak Kepsek

"betul pak. sayang banget kan? padahal tuh ya pak, papi saya udah bayar sekolah mahal mahal, eh malah di sia siain" kata Alvin

"haha"

"jadi kelas saya di mana paakk?" tanya Zevana

"dikelas 10.2. selamat belajar ya Zevana, semoga betah disini" kata pak Kepsek

"terimakasih pak. saya permisi dulu" kata Zevana sambil keluar dari ruang kepsek

"10.2 dimana kak?" tanya Zevana

"tauahh" Alvin langsung ninggalin Zevana ke kelasnya

"dasar kakak gak berguna" kata Zevana sambil celingak celinguk nyari kelas 10.2


@kelas 12.3

Alvin langsung duduk lemas di bangkunya

"kenapa lo vin?" tanya Gabriel

"punya adik itu nyusahin" kata Alvin tiba tiba

"yaudah adik lo buat gue aja, gue kan gak punya adik" kata Rio nyengir

"ih tapi gak bisaaa" kata Alvin

"what the kamsud? maksud lo apaan sih?" tanya Cakka

"nih ya, waktu gue umur 2 tahun, gue pengeennnnn banget punya adik, nah pas si Zevana muncul, pas masih kecil sih fine fine aja. tapi gedenya? nyusahin" kata Alvin dengan nada lemas

"haaaneh loo" kata Gabriel. Gabriel yang ngeliatin Cakka yang kayaknya lagi ngeliatin ke arah someone jadi heran

"kenapa lo cak?" tanya Gabriel

"yel.. pegangin gue yel.. gue mau pingsan" kata Cakka

"elo mau pingsan aja bilang bilang-,-" kata Gabriel

"haduh yell.. Shilla cantik banget yell" kata Cakka

"itu juga tuh, si Mrs. yuppi, haduhh dagunya nggak nahan" kata Rio ikutan beler

"eh lo berdua! jaim dikit kek! kitakan most wanted disini, jadi jangan bikin malu deh" kata Alvin

"halah.. bilang aja lo suka sama si PlayGirl" kata Gabriel

"dih.. standar gue tinggi kali ya.. gak mungkin gue suka sama PlayGirl" kata Alvin

"hmm, iyadehh.. kita kita tau kok, lo kan gak pernah PACARAN" kata Rio

"kata siapa gue gak pernah pacaran?" tanya Alvin

"kata gue barusan" kata Rio pake tampang watados

"emang lo udah pernah pacaran?" tanya Cakka

"belom sih, haha-,-" kata Alvin sambil nyengir. Gabriel Cakka dan Rio menoyor Alvin

"eh eh bencong masuk!" kata Rio sambil duduk di samping Cakka

"parah lo yo! itu kan pak dave" kata Cakka setengah berbisik

"bukan! dia bencong" kata Rio

selama 2 jam Pak Dave menerangkan rumus rumus fisika yang bikin kepala Cakka Rio Gabriel botak. Kecuali Alvin, why? Alvin pintar sekali dalam fisika :). Akhirnya istirahat...

"setres tuh pak dave, hampir botak kepala gue" kata Cakka

"iya gue juga" kata Rio dan Gabriel

"gue nggak tuh" ucap Alvin bangga

"sombong dah loo, mentang mentang pinter fisika-,-" kata Rio

"gue bukan sombong, cuma memberitahukan saja kalau gue suka fisika" kata Alvin

"terserah lo deh" kata Cakka

"tuh kan, kalian tuh kalo gue nasehatin selalu aja kaya gitu. makanya kaya gue dong, semua mata pelajaran gue suka, khususnya fisika, jadikan ranking satu terus. nggak kaya kalian yang pada males...blablaa" Alvin ngomong panjang banget. Cakka Rio Gabriel yang paling males dengerin ceramah Alvin langsung aja ninggalin Alvin ke kantin

"... jadi kalian itu harus ikutin gu..." omongan Alvin terhenti saat melihat ketiga sahabatnya gak ada

"sialan gue ditinggal RIO CAKKA IYEL! awas lo pada" kata Alvin sambil lari ke kantin. Saking kencengnya Alvin jadi nabrak cewek

"ehh sorry ya sorry" kata Alvin sambil membantu cewek itu berdiri

"hmm, iya gakpapa kok vin" kata Sivia

"lo gak papa? yaudah" kata Alvin sambil beranjak ke kantin tapi dicegah Sivia

"apa?" tanya Alvin dingin

"ih, lo kenapa sih vin? dingin banget deh sama gue kaya kulkas aja" kata Sivia

"lah? kok jadi marah ke gue-,--" kata Alvin

"bisa gak sih lo gak dingin gitu sama cewek, kayaknya lo gak pernah gak bersikap dingin sama cewek. makanya lo gak pernah punya pacar" ejek Sivia

"siapa bilang gue gak pernah gak dingin sama cewek hah? gue gak bersikap dingin kok sama adik gue sama nyokap gue!! dan asal lo tau ya Sivia Azizah,  gue bukannya gak punya pacar, tapi belom ada yang pas sama gue! gak kaya lo PLAYGIRL!" nyolot Alvin sambil deketin mukanya ke muka Sivia

"nyantai dong lo! mo mesum lo?" kata Sivia sambil mendorong tubuh Alvin

"gak guna banget gue mesum sama cewek! apalagi ceweknya kaya lo! PlayGirl" kata Alvin ngotot

"ya..ya..yaa... gue nyerah deh vin ribut sama lo, permintaan gue cuma satu aja" kata Sivia pasrah

"permintaan? apaan coba?" tanya Alvin

"gue mau jadi TEMAN lo! itu doang" kata Sivia

"kenapa lo mau jadi temen gue?" tanya Alvin

"mau tambahin teman, puas?" tanya Sivia

"oh, yaudah bye" kata Alvin dan langsung pergi ke kantin, lagi lagi di halangin Sivia

"apa lagi sih Sivia Azizah Pg??" tanya Alvin (PG= playgirl)

"kok cuma oh doang sih? jadi intinya gue boleh gak jadi teman lo?" tanya Sivia sekali lagi

"boleh boleh aja sih" kata Alvin sambil berjalan staycool ke kantin

"jadi, gue boleh ke kantin bareng lo kan?" tanya Sivia sambil mensejajarkan jalannya dengan Alvin

"boleh boleh aja" kata Alvin datar. Sivia tersenyum

Sejak Sivia dan Alvin duduk di kursi kantin, banyak yang bingung sama Alvin. Tumben banget Alvin jalan sama cewek? apa lagi ceweknya Sivia, PlayGirl SMA Pusaka!! yang paling kaget adalah sobat sobat Alvin >> Gabriel Rio Cakka

"kesambet apa tuh si Alvin?" tanya Rio

"jangan jangan Alvin mau jadi PlayBoy?" tanya Cakka ngaco

"gak mungkin, kaya gak tau Alvin aja orangnya kaya gimana" kata Rio

"wah. apa apaan tuh si Alvin. tadi dikelas dia bilangnya gak suka sama si Sivia. sekarang? malah ngantin bareng, wawawawa wahwahhh" kata Gabriel lebay

"alay dah mulai iyel" Cakka nyindir Gabriel

~Alvin-Sivia~

"oiya vin. lo punya adik?" tanya Sivia sambil melahap baksonya

"punya" jawab Alvin

"namanya? kelas berapa?" tanya Sivia

"namanya Zevana, kelas 10" jawab Alvin

"oh, anak sini juga ya?" tanya Sivia lagi

"bawel banget lo vi" kata Alvin

"yee.. kan gue cuma pengen tau" ujar Sivia

"kaakkk" kata Zevana sambil duduk di sebelah Alvin

"ngapain lo?" tanya Alvin

"ish, kenapa sih lu?" tanya Zevana

"oh, kamu adiknya Alvin?" tanya Sivia. Zevana hanya mengangguk

"alhamdulillah, makasih ya Tuhan. udah deketin kakakku dengan cewek" kata Zevana

"wooo lebay. ngapain sih lo kesini?" tanya Alvin

"kak, gue lupa bawa uang jajan. jadi lo bayarin bakso 5 sama teh botol 5 ya kak" pinta Zevana melas

"hah? lo makan semua?" tanya Alvin kaget

"ya nggak lah, tadi gue traktir temen baru gue" kata Zevana dan langsung pergi

"sialan tu orang nyusahin" dumel Alvin

"kok nyusahin sih? justru enak kali punya adik cewek" kata Sivia

"ya terserah lo deh, eh gue ke kelas duluan ya" pamit Alvin (?)

"hmm yaudah, thanks ya vin udah mo jadi temen gue" kata Sivia. Alvin hanya mengacungkan jempol dan pergi ke kelas. Tapi sebelumnya Alvin membayar pesanan adiknya dulu yang tadi

"gue bener bener penasaran banget sama Alvin. tapi kok kalo deket dia gue deg degan ya? padahal sama cowok cowok gue gue gak pernah deg degan sampe kaya gini.. kenapa nih?" gumam Sivia gak jelas

~PulangSekolah~

"vin gue duluan ya" kata Rio dan Cakka. Alvin hanya mengacungkan jempol

"lo gak pulang yel?" tanya Alvin

"gue mo ke toilet dulu, kebelet. mau ikut?" tanya Gabriel

"najis lo. sana sana, dari pada kebabblasan" kata Alvin sambil dorong dorong Gabriel

Alvin lagi nungguin Zevana pulang lama banget. Katanya Zevana sih dia ada music dulu bentar. Tapi ini lama banget

"hai neng, namanya Siapa? boleh kenalan gak?" tanya preman sambil noel dagu seorang cewek

"apaan sih lo" kata cewek itu sambil menangkis kasar tangan preman dari dagunya. Alvin yang mendengar suara cewek itu kaya familiar. Ternyata bener, Sivia..

"heh, apa apaan lo" kata Alvin sama preman preman

"alvin" gumam Sivia

"siapa lo, heh hajar cowok itu" kata preman yang botak. Bukannya Alvin yang kena tonjokan, tapi preman itu yang kena tonjokan sama Alvin. BUGH BUGH BUGH.. 3 pukulan buat 3 preman. KO semua sama Alvin. Tapi Alvin kena satu tonjokan, gak masalah..

"lo gak papa vi?" tanya Alvin sambil memegang sudut bibirnya yang memar

"gue gak papa, thanks banget ya vin" kata Sivia

"iya, lain kali hati hati" kata Alvin

"mm, bibir lo vin" kata Sivia sambil memegang sudut bibir Alvin

"aww. gakpapa kok. gue antar lo pulang ya" ajak Alvin

"serius?"

"iya, lo mau digangguin ppreman kaya tadi?" tanya Alvin. Sivia hanya menggeleng

"yaudah yuk naik" kata Alvin. Sivia naik ke jok belakang motor Alvin

~Gabriel~

"lega banget gue. brrr" kata Gabriel sambil cekikikan

"Alvin mana ya? paling udah balik sama Zeva. mending gue balik" kata Gabriel sambil duduk di motor

"kak Gabriel" panggil Zevana dari belakang. Gabriel noleh

"loh? Zevana? lo kok belum pulang?" tanya Gabriel

"lagi nyari kak Alvin, lo liat dia gak?" tanya Zevana

"kayaknya dia udah pulang, soalnya pas gue balik ke sini dia udah gak ada, kirain gue udah balik sama lo" kata gabriel

"yah gue balik sama siapa dong" kata Zevana lemas sambil duduk di pinggir trotoar

"sama gue aja, rumah kita kan searah" kata Gabriel

"bener? yaudah deh" kata Zevana samangat sambil duduk di jok belakang motor Gabriel

~RumahSivia~

"thanks ya vin" kata Sivia sambil turun dari motor Alvin

"iya sama sama" kata Alvin

"perlu gue obatin gak tuh luka lo?" tanya Sivia

"gak usah, biar nanti di rumah aja" kata Alvin

"yaudah gue masuk dulu, sekali lagi thanks" kata Sivia sambil masuk ke rumahnya. Alvin hanya tersenyum. 2 detik kemuadian senyumnya memudar

"astaga... Zevana.." pekik Alvin dan langsung balik ke sekolah

"pak, anak anak udah pada pulang?" tanya Alvin pada pak satpam sekolah

"udah, dari setengah jam yang lalu sekolah udah kosong" kata pak satpam

"yaudah makasih ya pak" kata Alvin sambil menggas motornya dan pergi

'ze.. lo kemana sih?' batik Alvin. Alvin langsung pulang ke rumah

~RumahAlvin~

"kok pulang telat vin?" tanya bunda Uchie

"tadi nganter temen bentar. bun.. zeva..." omongan Alvin terhenti

"Zevana kasian tuh vin, nungguin kamu dari pulang sekolah" ucap bunda Uchie

"Zeva udah pulang, bun?" tanya Alvin

"udah, lagi dikamar dia" kata Bunda Uchie. Alvin langsung ke kamar Zevana

"wahhh adikku maaf kan aku sudah menelantarkanmu" kata Alvin sambil merentangkan tangannya buat meluk Zevana. Tapi Zevana menghindar sambil nutupin hidungnya

"sana lo!! bau lo asemm sana sana" kata Zevana

"sialan. maaf ya Zee. jadi tadi lo pulang sama siapa?" tanya Alvin

"sama kak Gabriel" jawab Zevana datar

"oh.. sekali lagi maaf ya zee.. bener deh gue lupa kalo nunggu lo" kata Alvin

"emang lo kemana sih?"

"gue tadi nganterin temen pulang" kata Alvin

"oh, yaudah sana lo keluar, mandi makan cuci kaki abis itu bobo" kata Zevana ngakak

"lo pikir gue anak kecil apa-,-" kata Alvin. Zevana hanya ngikik

~~BERSAMBUNG~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar